Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan agar Uni Eropa melanjutkan dialog dengan Rusia. Dalam wawancara dengan surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung, Macron menyampaikan bahwa sebagian negara anggota masih menilai terlalu dini untuk mengirim penasihat diplomatik ke Rusia, seperti yang telah dilakukan Prancis.
Meski demikian, Macron mempertanyakan apakah Uni Eropa seharusnya membiarkan pihak lain membahas isu-isu terkait Rusia atas nama blok tersebut. Ia menekankan bahwa faktor geografi tidak dapat diubah dan, terlepas dari berbagai perbedaan, Rusia akan tetap ada serta menjadi tetangga Eropa di masa depan.
Berdasarkan pandangan itu, Macron menilai Eropa perlu “mengubah orientasi” dalam pendekatannya terhadap hubungan dengan Rusia. Ia menegaskan bahwa dialog tidak berarti bersikap naif, dan juga bukan dimaksudkan untuk menekan Ukraina agar membuat konsesi. Menurutnya, tujuan dialog adalah membuat Uni Eropa lebih otonom dan tidak bergantung pada pihak ketiga dalam berinteraksi dengan Rusia.
Macron menyebut kemungkinan dimulainya kembali dialog dengan Rusia paling cepat pada Desember. Ia menilai periode tersebut sebagai waktu yang tepat bagi Uni Eropa untuk mulai meninjau kembali pendekatannya.

