Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Rusia tidak memiliki rencana untuk menyerang negara mana pun di Eropa. Ia menyatakan Rusia tidak memiliki alasan untuk melakukan tindakan tersebut.
“Kami tidak akan menyerang bagian mana pun dari Eropa. Kami sama sekali tidak punya alasan untuk melakukannya,” kata Lavrov dalam wawancara dengan program berita mingguan Itogi Nedelya di saluran televisi NTV, seperti dikutip TASS pada 9 Februari.
Lavrov menambahkan, apabila Eropa memilih untuk merealisasikan ancaman yang disebutnya sebagai persiapan perang terhadap Rusia dan mulai menyerang Rusia, maka Moskow akan memberikan respons militer skala penuh.
Menurut Lavrov, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyampaikan bahwa dalam skenario tersebut, tindakan Rusia tidak akan dikategorikan sebagai “operasi militer khusus”, melainkan respons militer penuh dengan seluruh sarana militer yang tersedia, sesuai doktrin yang mengatur hal itu.
Dalam konferensi pers akhir tahun pada akhir Desember 2025, Putin juga menyatakan Rusia tidak sedang berperang dengan Barat. Ia menilai justru Barat yang berperang melawan Rusia melalui pihak nasionalis Ukraina.
Putin sebelumnya menyebut Rusia tidak pernah ingin berperang melawan Eropa. Namun, ia memperingatkan bahwa jika Eropa memilih melancarkan perang terhadap Rusia, maka Rusia siap membalas dengan segera.

