Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Moskow tidak memiliki niat untuk melancarkan serangan militer ke Eropa. Namun, ia memperingatkan Rusia akan menanggapi dengan tegas apabila terjadi agresi militer terhadap negaranya.
Pernyataan tersebut disampaikan Lavrov untuk merespons pernyataan sejumlah pejabat Eropa yang mengklaim adanya potensi konflik militer dengan Rusia. Dalam wawancara yang diberitakan NTV, Lavrov menyatakan tidak ada alasan bagi Rusia untuk menyerang Eropa.
“Kami tidak berniat menyerang Eropa. Tidak ada alasan untuk melakukan itu,” kata Lavrov, Senin (9/2/2026), seperti dikutip dari Presstv.
Lavrov menambahkan bahwa Rusia hanya akan menyerang Eropa jika diserang terlebih dahulu. “Jika Eropa mewujudkan ancamannya untuk bersiap perang melawan kita dan melancarkan serangan terhadap Federasi Rusia, mereka akan menghadapi respons militer penuh dari pihak kita, dengan semua kemampuan militer yang tersedia,” ujarnya.
Dalam pernyataan lain, Lavrov juga menuding Uni Eropa menciptakan hambatan dan bahkan “mensabotase” proses perdamaian, alih-alih membuka jalan menuju perdamaian permanen di Ukraina.
Ia turut menyinggung wawancaranya dengan TASS pada akhir Desember, ketika Lavrov menyatakan para pejabat Eropa secara terbuka melakukan persiapan perang dengan Rusia. Menurutnya, dukungan Brussel kepada Kiev dalam memerangi pasukan Rusia menjadi salah satu faktor yang memperburuk ketegangan.
Lavrov juga menyebut apa yang ia sebut sebagai “partai perang Eropa” mempertaruhkan “modal politiknya untuk memberikan kekalahan strategis kepada Rusia.” Ia menambahkan bahwa, dengan beberapa pengecualian, hampir semua negara Eropa telah menggelontorkan uang dan senjata ke pemerintahan di Kiev.

