BERITA TERKINI
Laba Bersih Adira Finance Naik 26% pada Kuartal I-2026, Pembiayaan Baru Tumbuh 52%

Laba Bersih Adira Finance Naik 26% pada Kuartal I-2026, Pembiayaan Baru Tumbuh 52%

Tekanan terhadap perekonomian global meningkat pada awal 2026 seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dan mengganggu rantai pasok perdagangan. Dalam situasi tersebut, International Monetary Fund (IMF) merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1% dari sebelumnya 3,3%.

Perkembangan ini dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi menekan perekonomian domestik melalui peningkatan inflasi akibat imported inflation serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Dampaknya dapat berimbas pada stabilitas sektor keuangan dan daya beli masyarakat. Meski demikian, perekonomian Indonesia pada kuartal I-2026 diproyeksikan tetap tumbuh sekitar 5,5% dengan dukungan permintaan domestik yang masih kuat.

Di tengah kondisi yang dinamis tersebut, industri otomotif nasional menunjukkan pertumbuhan moderat. Penjualan sepeda motor baru ritel tercatat tumbuh 8% menjadi 1,7 juta unit. Sementara itu, penjualan mobil baru ritel naik tipis 1% menjadi 212 ribu unit, seiring melemahnya permintaan pada segmen mobil penumpang.

Dalam lanskap industri yang masih moderat, Adira Finance membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru sebesar 52% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp11,9 triliun sepanjang kuartal I-2026. Pertumbuhan terjadi di seluruh segmen, baik otomotif maupun non-otomotif.

Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila menyatakan capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam menangkap peluang pasar secara selektif dengan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, piutang pembiayaan yang dikelola meningkat 18% (yoy) menjadi Rp64,7 triliun. Perusahaan juga memperluas jangkauan operasional dengan mengoperasikan 879 jaringan usaha, termasuk cabang dan satelit, di seluruh Indonesia. Jumlah pelanggan aktif naik dari 2,0 juta nasabah pada kuartal I-2025 menjadi 2,6 juta nasabah pada kuartal I-2026.

Dari sisi keuangan, total pendapatan Adira Finance meningkat 7% (yoy) menjadi Rp3,2 triliun. Pada saat yang sama, beban penyisihan penurunan nilai turun 7% (yoy) menjadi sekitar Rp635 miliar, seiring pengelolaan risiko yang disebut tetap disiplin dan kualitas portofolio yang terjaga.

Meski beban usaha masih meningkat, laju kenaikannya disebut lebih terkendali. Dengan perkembangan tersebut, laba bersih perusahaan tumbuh 26% (yoy) menjadi Rp484 miliar.

Direktur Keuangan Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa menyampaikan bahwa kinerja ini mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko yang prudent, sehingga mendorong peningkatan profitabilitas dengan kualitas aset yang tetap terjaga.

Kualitas aset tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross konsolidasian yang menurun menjadi 1,9% pada Maret 2026, dibandingkan 2,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ke depan, perusahaan menyatakan akan menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan kualitas portofolio, hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnis, peningkatan produktivitas, serta disiplin biaya untuk mempertahankan profitabilitas dan memperkuat daya tahan usaha.