MOSKOW — Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menilai Eropa saat ini dipimpin oleh “generasi lemah” politisi yang dinilainya tidak mampu menahan “ketegasan” Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan itu disampaikan Peskov dalam sebuah wawancara.
Dalam penjelasannya, Peskov memaparkan empat alasan yang menurutnya membuat Eropa kesulitan menghadapi tekanan Trump.
1. AS dinilai hanya mengutamakan kepentingannya sendiri
Peskov mengatakan Trump mendasarkan pendekatan politiknya pada prinsip bisnis yang keras dan tanpa ampun, yang digunakan untuk membela kepentingan dirinya dan negaranya.
Di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Selasa, Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan negara-negara Eropa agar tidak menerima “hukum yang terkuat” dan tunduk pada “penundukan.” Macron menuduh AS merusak kepentingan perdagangan negara-negara Eropa melalui tuntutan maksimalis dan tarif yang, menurutnya, secara terbuka bertujuan melemahkan dan menundukkan mereka.
Pidato itu disampaikan setelah adanya ancaman Trump untuk memberlakukan tarif baru terhadap negara mana pun yang menentang rencana aneksasi Greenland.
2. Trump disebut menyukai kekerasan
Peskov menyatakan Trump tetap menjadi pendukung penyelesaian berbagai persoalan “dengan kekerasan.” Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan menundukkan pihak lain, dan pihak yang sudah tunduk akan terus berada dalam posisi itu.
Peskov menambahkan, metode seperti itu disebutnya tidak sepenuhnya selaras dengan pendekatan Rusia terhadap dunia multipolar.
3. Eropa dinilai terlalu munafik
Peskov berpendapat perubahan yang terlihat di dunia dalam beberapa tahun terakhir berasal dari standar ganda dan kemunafikan yang, menurutnya, telah mendominasi Eropa selama beberapa dekade.
Dalam wawancara dengan jurnalis Pavel Zarubin, ia juga menyinggung reaksi Eropa setelah Trump mempublikasikan korespondensinya dengan Macron. Peskov mengatakan Eropa “dijadikan gempar” oleh hal itu, sementara ia menilai tidak ada reaksi serupa ketika Macron mempublikasikan dialognya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
4. Trump dinilai mempermalukan pemimpin Eropa
Peskov turut menyoroti langkah Trump yang membagikan apa yang diklaimnya sebagai pesan pribadi dari Macron. Teks yang diunggah ke akun Truth Social milik Trump itu menunjukkan Macron menyatakan kebingungannya atas rencana AS terkait Greenland dan menawarkan diri menjadi tuan rumah pertemuan darurat G7 di Paris.
Dalam konteks lain, disebutkan bahwa pada Februari 2022—beberapa hari sebelum eskalasi konflik Rusia-Ukraina—stasiun televisi France 2 merilis film dokumenter yang memuat detail percakapan rahasia antara Macron dan Putin.

