BERITA TERKINI
Kremlin Bantah Berniat Menyerang NATO usai Peringatan Menhan Jerman soal Potensi Serangan 2028-2029

Kremlin Bantah Berniat Menyerang NATO usai Peringatan Menhan Jerman soal Potensi Serangan 2028-2029

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan Rusia tidak berniat memicu konflik dengan menyerang NATO. Pernyataan itu disampaikan menyusul peringatan Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius yang menyebut Rusia berpotensi mampu melancarkan serangan terhadap negara anggota NATO paling cepat pada 2028–2029.

Meski membantah niat konfrontasi, Peskov mengatakan Rusia dapat mengambil langkah-langkah untuk menjamin keamanannya sebagai respons atas retorika NATO yang ia nilai semakin “militeristik”. Ia menyebut pernyataan dari sejumlah ibu kota Eropa kian sering terdengar dan dinilai tidak memperbaiki situasi, melainkan meningkatkan ketegangan.

“Rusia tidak menganjurkan konfrontasi apa pun dengan NATO. Namun, Rusia harus mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan dan kepentingan kami jika terpaksa,” kata Peskov kepada wartawan, dikutip dari RT pada Sabtu (22/11/2025).

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova turut menanggapi pernyataan tersebut dengan menuding Jerman sebagai agresor. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga memperingatkan bahwa Jerman menunjukkan “tanda-tanda jelas re-Nazifikasi”.

Hubungan Rusia dan NATO memanas sejak pecahnya perang Rusia-Ukraina pada 2022. Rusia menentang keinginan Ukraina—sesama negara bekas Uni Soviet—untuk bergabung dengan NATO dengan alasan keamanan nasional.

Moskow juga menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas NATO di sepanjang perbatasan barat Rusia. Rusia menyatakan kekhawatiran terkait perluasan NATO ke Eropa Timur, termasuk latihan militer yang dilakukan sejumlah negara anggota, yang oleh mereka disebut sebagai tindakan pencegahan.

Sebelumnya, Pistorius mendesak Eropa mempercepat pengembangan militer sebagai respons terhadap persenjataan Moskow yang disebut terus bertambah dan ambisi ekspansionis yang ia nilai semakin terbuka. Dalam wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Zeitung, Pistorius mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin “tidak merahasiakan” ambisi imperialisnya serta menganggap kebebasan dan keamanan Eropa “tidak berarti”.

Menurut Pistorius, Jerman dan mitra-mitranya di Eropa perlu bergerak cepat memperkuat kemampuan pertahanan setelah puluhan tahun kekurangan investasi. Ia menyebut pakar militer dan badan intelijen memperkirakan Rusia dapat membangun kembali angkatan bersenjatanya secara memadai untuk mengancam sayap timur NATO pada 2029, meski beberapa analis menilai hal itu bisa terjadi lebih cepat.

“Beberapa orang sekarang mengatakan tahun 2028 mungkin terjadi, dan beberapa sejarawan militer bahkan berpendapat bahwa musim panas lalu mungkin merupakan musim panas terakhir kita dalam damai,” kata Pistorius.

Meski demikian, ia menekankan NATO tetap sepenuhnya mampu mempertahankan diri, baik secara konvensional maupun melalui penangkal nuklir. Namun, ia menegaskan urgensi penguatan pertahanan tetap jelas.