Komisi Eropa memperingatkan bahwa dunia tengah menghadapi krisis energi yang kian memburuk akibat konflik di Timur Tengah. Peringatan tersebut menyoroti dampak situasi geopolitik terhadap stabilitas pasokan dan kondisi energi secara global.
Dalam konteks itu, Uni Eropa disebut telah menggelontorkan dana sebesar Rp611 triliun. Namun, rincian penggunaan anggaran tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia.