Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan perbankan syariah untuk menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
Penegasan itu disampaikan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, dalam webinar internasional bertajuk Enhancing the Resilience of Islamic Banks in the Face of Global Exogenous Events yang digelar The General Council for Islamic Banks and Financial Institutions (CIBAFI) bekerja sama dengan Bahrain Institute of Banking and Finance (BIBF) pada 27 April.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan CIBAFI dan BIBF untuk memperkuat pertukaran pengetahuan serta peningkatan kapasitas industri jasa keuangan syariah global. Webinar itu juga menjadi forum untuk membahas strategi penguatan ketahanan institusi perbankan syariah di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Dalam paparannya, Emir menyebut perbankan syariah menghadapi sejumlah tantangan eksternal, mulai dari risiko perubahan iklim, dinamika geopolitik, disrupsi keuangan global, hingga ancaman siber.
Menurutnya, diperlukan penguatan kerangka tata kelola, manajemen risiko, serta kesiapan menghadapi krisis agar perbankan syariah mampu bertahan sekaligus tetap tumbuh.
Emir juga menekankan bahwa prinsip dasar keuangan syariah yang berlandaskan nilai etika, keadilan, dan keterkaitan dengan sektor riil menjadi keunggulan dalam membangun sistem keuangan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Ia menilai perbankan syariah memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi guncangan global karena didukung prinsip kehati-hatian, berbasis aset riil, serta mengedepankan keseimbangan antara risiko dan manfaat.