Jakarta — Sejumlah peristiwa politik mewarnai pemberitaan dalam sepekan terakhir, mulai dari persetujuan DPR RI terhadap Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru, arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penyambutan kunjungan kerja, hingga kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Dalam rapat paripurna, DPR RI menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP untuk disahkan menjadi undang-undang. Persetujuan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-18 DPR RI Masa Persidangan II Tahun Sidang 205-2026. Ketua DPR RI Puan Maharani menanyakan persetujuan kepada anggota dewan yang hadir, dan dijawab setuju.
Masih terkait KUHAP, Puan menyampaikan bahwa pembahasan rancangan tersebut telah berlangsung sejak 2023 di Komisi III DPR RI. Menurutnya, proses pembahasan melibatkan banyak pihak untuk memberikan masukan sebagai bagian dari partisipasi bermakna. Ia menyebut terdapat sekitar 130 masukan yang diterima serta rangkaian kegiatan yang dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain Yogyakarta, Sumatera, dan Sulawesi.
Dari agenda kepresidenan, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan para kepala daerah agar tidak lagi mengerahkan anak-anak sekolah untuk menyambut kedatangannya saat kunjungan kerja. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat mengakhiri pidato pada peresmian Jembatan Kabanaran di Yogyakarta. Ia meminta para bupati dan wali kota di seluruh Indonesia agar tidak perlu mengerahkan pelajar ketika dirinya datang.
Di sisi lain, kabar duka datang dari keluarga mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto. Istri Wiranto, Rugaiya Usman Wiranto, meninggal dunia pada Minggu (16/11). Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal (Mar) Freddy Ardianzah, yang menyebut Rugaiya wafat pada pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. TNI menyampaikan duka cita dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.
Dari forum internasional, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Sabtu (22/11). Dalam pertemuan tersebut, Gibran menekankan keyakinan Pemerintah Indonesia bahwa setiap negara berhak memetakan jalur pembangunannya sendiri. Ia menyampaikan bahwa tidak ada satu model yang cocok untuk semua negara dan tidak ada metode tunggal yang dapat disebut sebagai yang terbaik.

