BERITA TERKINI
Ketidakpastian Risiko Kesehatan dan Ekonomi Global Picu Kenaikan Minat Asuransi Jiwa Syariah pada 2025

Ketidakpastian Risiko Kesehatan dan Ekonomi Global Picu Kenaikan Minat Asuransi Jiwa Syariah pada 2025

Ketidakpastian risiko kesehatan dan kondisi ekonomi global mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial jangka panjang. Tren ini tercermin dari pertumbuhan industri asuransi jiwa syariah sepanjang 2025, yang mencatat kenaikan aset, kontribusi bisnis baru, hingga jumlah polis.

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, mengatakan situasi global yang penuh ketidakpastian, termasuk munculnya risiko kesehatan baru seperti Hantavirus, membuat kebutuhan perlindungan bagi keluarga semakin mendesak.

“Ditambah lagi ketidakpastian dalam hal risiko darurat kesehatan seperti Hantavirus baru-baru ini akan menjadi hal yang sulit diprediksi dan mengingatkan kita bahwa risiko kesehatan bisa datang kapan saja. Di tengah kondisi ini, perlindungan menjadi sebuah urgency dan kebutuhan mendasar bagi keluarga dalam menghadapi ketidakpastian di masa yang akan datang,” ujar Iskandar dalam konferensi pers, Selasa (12/5).

Menurut Iskandar, peningkatan kebutuhan perlindungan juga terlihat dari kinerja industri asuransi jiwa syariah secara nasional. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) tahun 2025, total aset industri tumbuh 20% menjadi Rp37,9 triliun. Total kontribusi bisnis baru meningkat 13% menjadi Rp4,7 triliun.

Jumlah polis asuransi jiwa syariah juga naik 9% menjadi lebih dari 1 juta polis sepanjang 2025. Di sisi lain, industri membayarkan klaim dan manfaat sekitar Rp4 triliun kepada lebih dari 412 ribu peserta, atau meningkat 7% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini menegaskan bahwa asuransi jiwa syariah berperan semakin penting dalam menjaga ketahanan finansial keluarga Indonesia,” kata Iskandar.

Sejalan dengan pertumbuhan industri, Prudential Syariah juga mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Perusahaan membukukan total kontribusi bruto Rp4,2 triliun atau tumbuh 9%. Kontribusi bisnis baru meningkat 31% menjadi sekitar Rp1 triliun dan disebut mendominasi pangsa pasar industri sebesar 22%.

Iskandar menyatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan kepercayaan nasabah. “Pertumbuhan double-digit pada kinerja keuangan sepanjang 2025 mencerminkan kepercayaan keluarga Indonesia kepada Prudential Syariah. Sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah, komitmen kami jelas: terus menghadirkan perlindungan yang relevan, terjangkau dan senantiasa berinovasi dalam meningkatkan layanan yang didukung oleh teknologi AI terdepan,” ujarnya.

Dari sisi pengelolaan, total aset Prudential Syariah tumbuh 20% menjadi Rp8 triliun, ditopang strategi portofolio perusahaan serta pengelolaan bisnis yang disebut disiplin dan terarah. Total aset investasi juga naik 17% menjadi Rp6 triliun, yang dinilai menunjukkan upaya perusahaan mengelola dana peserta secara optimal.