BERITA TERKINI
Kapolri Wanti-wanti Dampak Eskalasi Konflik AS–Israel dan Iran terhadap Ekonomi Indonesia

Kapolri Wanti-wanti Dampak Eskalasi Konflik AS–Israel dan Iran terhadap Ekonomi Indonesia

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengingatkan, ketegangan global tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas di dalam negeri, termasuk pada sektor ekonomi.

“Ini tentunya akan ada potensi situasi ketegangan global yang mau tidak mau akan berdampak kepada situasi di dalam negeri. Implikasinya juga akan berdampak kepada situasi-situasi yang terkait dengan masalah ekonomi,” ujar Listyo pada Senin (2/3/2026).

Menurut Listyo, seluruh elemen bangsa perlu mewaspadai dampak lanjutan konflik tersebut, terutama terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga iklim investasi agar tetap kondusif, baik bagi investor asing maupun domestik.

“Baik untuk asing maupun dalam negeri,” kata mantan Kabareskrim Polri itu.

Kapolri juga mengajak masyarakat untuk mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Asta Cita dan hilirisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai langkah tersebut strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Ia menambahkan, program hilirisasi diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, terutama ketika sejumlah sektor industri terdampak situasi global yang tidak menentu.

“Semuanya tentunya diharapkan ini juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru di tengah tantangan global yang juga mengakibatkan beberapa industri yang terdampak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Listyo berharap sinergi seluruh elemen bangsa terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan nasional serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif diperlukan agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan optimal.

Sebelumnya, Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Selain itu, sebanyak 85 siswa dilaporkan meninggal dunia dalam serangan udara di sebuah sekolah perempuan di Provinsi Hormozgan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Merespons serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan balasan dengan menembakkan rudal ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Situasi ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan geopolitik global yang dapat berdampak luas, termasuk terhadap stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia.