BERITA TERKINI
Kanada dan Prancis Resmikan Konsulat di Nuuk, Perkuat Posisi Diplomatik di Greenland

Kanada dan Prancis Resmikan Konsulat di Nuuk, Perkuat Posisi Diplomatik di Greenland

Kanada dan Prancis resmi membuka kantor konsulat jenderal di Nuuk, ibu kota Greenland, pada Jumat (6/2/2026). Pembukaan perwakilan diplomatik ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap pulau strategis di kawasan Arktik, termasuk setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk menguasai Greenland.

Peresmian konsulat Kanada dihadiri Menteri Luar Negeri Anita Anand dan Gubernur Jenderal Mary Simon. Kehadiran kapal penjaga pantai Kanada, Jean Goodwill, turut menandai keseriusan Ottawa dalam memperkuat kehadirannya di Greenland.

Pada waktu yang sama, Prancis melantik Jean-Noël Poirier sebagai konsul jenderal pertamanya di Nuuk. Dengan pembukaan ini, Prancis menjadi negara Uni Eropa pertama yang memiliki perwakilan diplomatik resmi di Greenland.

Sebelum Kanada dan Prancis membuka kantor di Nuuk, hanya Amerika Serikat dan Islandia yang memiliki perwakilan diplomatik di wilayah tersebut. Pemerintah Kanada sebelumnya telah mengumumkan rencana pembukaan konsulat sejak awal 2024 sebagai bagian dari strategi kebijakan luar negeri Arktik. Namun, peresmian yang semula dijadwalkan pada November 2025 tertunda akibat cuaca ekstrem.

Analis keamanan dari lembaga think tank Europa, Christine Nissen, menilai pembukaan konsulat ini memiliki makna strategis. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan isu Greenland sebagai kepentingan Eropa yang lebih luas, tidak hanya urusan Denmark. Ia menilai perkembangan ini berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan hingga kepentingan global.

Ketegangan terkait Greenland menguat setelah Trump berulang kali menyampaikan keinginannya untuk mengambil alih wilayah otonomi di bawah Denmark tersebut. Ia juga menyatakan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer dengan alasan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat, terutama untuk membendung pengaruh Rusia dan China di Arktik.

Pernyataan itu mendapat penolakan dari Denmark dan Greenland yang menegaskan kedaulatan mereka. Dalam kesempatan peresmian, Mary Simon menyoroti ikatan budaya yang kuat antara komunitas Inuit di Kanada dan Greenland. Ia menegaskan dukungan Kanada terhadap hak rakyat Greenland untuk menentukan masa depan mereka sendiri tanpa tekanan dari pihak luar.

Dengan dinamika yang berkembang, Greenland kian dipandang sebagai titik strategis dalam persaingan geopolitik di Arktik, bukan lagi wilayah terpencil yang jauh dari pusat perhatian dunia.