Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) sekaligus mantan Perdana Menteri Estonia, Kaja Kallas, mendorong agar Rusia dimasukkan ke dalam daftar hitam negara-negara yang diduga terlibat dalam praktik pencucian uang (money laundering).
Seruan tersebut disampaikan Kallas dalam pertemuan negara-negara anggota UE di Brussels, sebagaimana dikutip dari Tass pada Kamis, 29 Januari.
“Kita akan memasukkan Rusia ke dalam daftar hitam pencucian uang karena mereka menggunakan cara-cara tersebut untuk mendanai perang ini [konflik di Ukraina],” kata Kallas.
Ia menambahkan, “Saya pikir segala cara untuk menekan Rusia agar melakukan negosiasi yang nyata adalah baik.”
Daftar hitam itu akan memberlakukan kewajiban tambahan bagi bank-bank di Eropa untuk memantau setiap transaksi yang terkait dengan negara-negara yang masuk dalam daftar tersebut.
Selain itu, kebijakan tersebut juga memungkinkan UE menekan negara-negara lain agar memperketat kontrol terhadap transaksi keuangan dengan negara-negara yang tercantum dalam daftar hitam.

