Jakarta — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung kerja sama Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) serta Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC).
Pernyataan itu disampaikan Anindya dalam Opening Ceremony ABAC Meeting I 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Ia menyatakan Indonesia siap mendukung kerja-kerja ABAC yang berdampak dan berorientasi pada aksi, sekaligus menegaskan dukungan Indonesia terhadap APEC dan ABAC di bawah kepemimpinan China.
APEC 2026 mengangkat tema “Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama” (Building an Asia-Pacific Community to Prosper Together). Anindya menilai, dengan memprioritaskan keterbukaan, inovasi, dan kerja sama yang lekat dengan kawasan Asia-Pasifik, APEC dinilai sejalan dengan prinsip dan prioritas Pemerintah Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Anindya juga menyampaikan harapan agar ABAC dapat menerjemahkan realitas geopolitik dan dinamika bisnis saat ini menjadi rekomendasi kebijakan yang praktis. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat disampaikan kepada para pemimpin di Shenzhen pada akhir November mendatang.
Sebelumnya, APEC dilaporkan resmi meluncurkan agenda 2026 dengan fokus pada penguatan integrasi ekonomi dan kerja sama kawasan di tengah tantangan global. Para pejabat tinggi dari 21 anggota ekonomi APEC disebut berkumpul di Guangzhou, China, untuk menghadiri rangkaian pertemuan pada 1–10 Februari.
Sekretariat APEC, melalui pernyataan pers yang diterima di Jakarta pada Selasa (3/2), menyatakan China sebagai tuan rumah mengusung tema “Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama.” Tema tersebut disebut menegaskan komitmen China untuk memperdalam integrasi kawasan serta mempercepat kerja sama di Asia-Pasifik.
Ketua Pertemuan Pejabat Senior APEC 2026 Chen Xu menuturkan APEC 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh anggota ekonomi untuk memperkuat persatuan, memperdalam kerja sama, dan mendorong kemakmuran bersama di kawasan Asia-Pasifik.

