BERITA TERKINI
Jerman Waspadai Risiko Penghentian Total Gas Rusia Saat Nord Stream 1 Ditutup untuk Pemeliharaan

Jerman Waspadai Risiko Penghentian Total Gas Rusia Saat Nord Stream 1 Ditutup untuk Pemeliharaan

Pasokan gas alam Rusia ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 di Laut Baltik dihentikan selama 10 hari untuk pekerjaan pemeliharaan tahunan. Meski penutupan ini merupakan agenda rutin setiap musim panas ketika permintaan gas lebih rendah dibanding musim dingin, pemerintah Jerman memperingatkan risiko yang lebih besar: pengiriman gas bisa saja tidak kembali normal setelah pemeliharaan selesai.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck meminta negara-negara Uni Eropa bersiap menghadapi kemungkinan penghentian pasokan secara total. Ia menuduh Kremlin menggunakan gas “sebagai senjata” sebagai respons atas sanksi Uni Eropa terkait perang di Ukraina. Habeck juga mengakui Jerman selama ini terlalu bergantung pada gas Rusia.

“Ini adalah kesalahan politik besar seperti yang bisa kita lihat hari ini, yang kita coba perbaiki secepat mungkin,” kata Habeck.

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Habeck menyatakan dua terminal terapung untuk pengiriman gas alam cair (LNG) ditargetkan siap pada akhir tahun. Pemerintah Jerman juga telah memberikan lampu hijau bagi pembangunan terminal LNG pertama di negara itu yang akan berlokasi di Wilhelmshaven.

Sejak serangan Rusia ke Ukraina pada Februari, Jerman menyebut telah menurunkan ketergantungan pada gas Rusia dari 55% menjadi 35% dan menargetkan berhenti menggunakan gas dari Rusia sepenuhnya. Selain Rusia, pemasok utama gas alam bagi Jerman pada tahun lalu adalah Norwegia (31%) dan Belanda (13%). Jerman kini meningkatkan pasokan dari kedua negara itu seiring pengurangan impor dari Rusia.

Kekhawatiran terhadap kelanjutan pasokan meningkat sejak pertengahan Juni, ketika perusahaan gas negara Rusia, Gazprom, memangkas aliran gas melalui Nord Stream 1 menjadi 40% dari kapasitas pipa. Gazprom menyalahkan keterlambatan pengembalian peralatan yang diservis oleh Siemens Energy Jerman.

Dalam perkembangan terkait, pemerintah Kanada menyatakan akan mengembalikan turbin Siemens yang telah diperbaiki ke Jerman untuk pipa tersebut. Kanada mengatakan telah memberikan izin yang “terbatas waktu dan dapat dibatalkan” kepada Siemens Canada untuk mengirim turbin yang diperbaiki, meskipun ada sanksi.

Namun, pemerintah Jerman tetap khawatir pasokan gas dapat kembali dikurangi atau bahkan dipotong secara permanen. Penutupan Nord Stream 1 juga berdampak ke negara lain. Di Italia, kelompok energi Eni menyebut akan menerima sekitar sepertiga lebih sedikit gas dari Gazprom pada hari Senin dibandingkan volume rata-rata pasokan selama beberapa hari sebelumnya.

Kepala Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol turut memperingatkan bahwa Rusia dapat menghentikan pasokan gas sepenuhnya dan Eropa perlu bersiap dari sekarang. Rusia sebelumnya telah memotong pasokan gas ke Polandia, Bulgaria, Belanda, Denmark, dan Finlandia karena negara-negara tersebut menolak mematuhi skema pembayaran baru.

Austria dan Republik Ceko juga termasuk negara yang menerima gas dari Nord Stream 1, meski gas Rusia ke kedua negara itu juga mengalir melalui pipa Ukraina.