BERITA TERKINI
Jepang U23 Juara Piala Asia U23 2026, Cetak Rekor Gol dan Pertahankan Gelar

Jepang U23 Juara Piala Asia U23 2026, Cetak Rekor Gol dan Pertahankan Gelar

Timnas Jepang U23 menutup Kejuaraan AFC U23 2026 dengan gelar juara sekaligus sederet catatan menonjol. Sepanjang turnamen di Arab Saudi, Jepang tampil dominan dengan produktivitas tinggi dan pertahanan yang nyaris tak tertembus.

Jepang menjadi tim tersubur dengan total 16 gol, terbanyak di turnamen sekaligus rekor baru Kejuaraan Asia U23. Catatan itu melampaui rekor sebelumnya, yakni 15 gol yang dicetak Jepang saat meraih gelar pertama pada 2016.

Dari sisi pertahanan, Jepang hanya kebobolan satu gol—jumlah terendah di ajang tersebut. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang mereka terjadi pada laga perempat final melawan Yordania U23.

Di partai puncak, Jepang mengalahkan China U23 dengan skor telak 4-0. Kemenangan itu memastikan Jepang meraih gelar kontinental untuk ketiga kalinya, sekaligus menjadikan mereka tim pertama yang mampu mempertahankan trofi Kejuaraan Asia U23.

Salah satu sorotan turnamen ini adalah komposisi skuad Jepang yang sangat muda. Tim asuhan pelatih Go Oiwa tampil tanpa pemain berusia di atas 20 tahun, berbeda dengan sejumlah peserta lain yang mengandalkan pemain berpengalaman di level internasional atau nama besar di liga domestik Asia.

Pendekatan tersebut mencerminkan strategi pembinaan jangka panjang. Jepang menempatkan kompetisi ini sebagai bagian dari peta jalan pengembangan, dengan kepercayaan besar pada sistem pelatihan dan kesinambungan program.

Di dalam skuad itu, Ryunosuke Sato menjadi simbol generasi baru. Pada usia 19 tahun, Sato meraih penghargaan Pemain Terbaik AFC. Ia juga masuk persaingan pencetak gol terbanyak, mencetak empat gol—jumlah yang sama dengan Nguyen Dinh Bac—namun berada di posisi kedua karena kalah dalam catatan assist.

Sato digambarkan sebagai pemain bertipe “nomor 10”. Ia berperan sebagai gelandang serang yang mampu bergerak ke sisi lapangan, membangun serangan, melakukan pressing dengan disiplin, dan menyatu dengan sistem permainan kolektif Jepang.

Keunggulan Jepang juga terlihat dari cara mereka mengendalikan pertandingan. Tim asuhan Go Oiwa tidak selalu bermain dengan tempo tinggi, tetapi konsisten mendominasi melalui organisasi permainan, posisi bertahan, dan pengambilan keputusan yang tepat. Mereka kerap mencetak gol lebih awal, menjaga keunggulan, dan mempertahankan fokus hingga akhir laga—sebuah indikator kuat bagi tim dengan usia rata-rata 20,1 tahun.

Dalam enam pertandingan yang dijalani, Jepang mampu menciptakan perbedaan sejak awal pada separuh laga mereka. Pada final, misalnya, gol pembuka tercipta pada menit ke-12 dan skor sudah 2-0 setelah 20 menit pertandingan berjalan.

Turnamen ini juga menampilkan nama-nama lain seperti Rui Araki yang disebut sebagai kiper terbaik turnamen, serta Yuto Ozeki. Mereka dipandang sebagai bagian dari fondasi menuju Olimpiade 2028 dan seterusnya.

Dengan gelar, rekor gol, serta kemampuan mempertahankan trofi, Kejuaraan AFC U23 2026 kembali menegaskan posisi Jepang sebagai kekuatan yang stabil di kawasan, ditopang filosofi pelatihan dan strategi jangka panjang yang dijalankan secara konsisten.