Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut putaran pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat di Muscat, Oman, sebagai “awal yang baik”. Pernyataan itu disampaikan setelah perundingan yang difasilitasi Oman, di tengah harapan kedua pihak untuk melanjutkan dialog.
Araghchi mengatakan suasana pertemuan berjalan baik. Ia menyebut kepentingan dan kekhawatiran Iran telah disampaikan dalam atmosfer yang konstruktif, sementara pandangan pihak Amerika juga didengar. Meski waktu dan format pertemuan lanjutan belum ditentukan, kedua pihak disebut sepakat untuk meneruskan pembicaraan.
Dari pihak tuan rumah, Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi menyatakan konsultasi terpisah dengan delegasi Iran dan Amerika Serikat berfokus pada upaya “menciptakan kondisi yang tepat untuk dimulainya kembali negosiasi diplomatik dan teknis”. Oman menegaskan komitmennya untuk menjembatani perbedaan dan mendukung solusi politik yang dinilai dapat membawa keamanan serta stabilitas jangka panjang.
Sementara itu, laporan media Lebanon Al Mayadeen menggambarkan atmosfer pembicaraan tidak mengarah pada penilaian positif maupun negatif. Menurut laporan tersebut, agenda pertemuan disebut ketat dan hanya berfokus pada program nuklir Iran. Meski demikian, terselenggaranya pertemuan dinilai sebagai langkah penting untuk meredakan ketegangan dan mengurangi risiko konfrontasi militer di kawasan Teluk Persia.
Namun, perkembangan diplomatik itu diikuti langkah lain dari Washington. Tidak lama setelah pembicaraan berakhir, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan paket sanksi baru yang menargetkan ekspor minyak Iran, menandai berlanjutnya tekanan ekonomi AS di saat proses dialog baru saja dimulai.

