BERITA TERKINI
Iran dan AS Dijadwalkan Gelar Putaran Ketiga Perundingan Nuklir di Jenewa di Tengah Ketegangan

Iran dan AS Dijadwalkan Gelar Putaran Ketiga Perundingan Nuklir di Jenewa di Tengah Ketegangan

Iran dan Amerika Serikat (AS) dijadwalkan menggelar putaran ketiga negosiasi nuklir di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2/2026), di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara di kawasan Timur Tengah.

Rencana pertemuan tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi. Melalui media sosial, Albusaidi menyatakan kedua pihak sepakat melanjutkan pembicaraan tidak langsung, dengan Oman kembali berperan sebagai perantara.

“Dengan senang hati saya konfirmasi bahwa negosiasi AS-Iran dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Kamis ini,” tulis Albusaidi, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (23/2/2026).

Perundingan di Jenewa berlangsung di tengah suasana yang tidak kondusif. AS disebut meningkatkan kehadiran militernya di perairan Timur Tengah, termasuk dengan bergabungnya kapal induk USS Gerald R. Ford bersama USS Abraham Lincoln di kawasan tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan peringatan bahwa Washington dapat melancarkan serangan apabila Teheran tidak menyepakati kesepakatan yang ia sebut sebagai “Ultimate Deal”. Trump menyatakan serangan itu akan “lebih parah dari sebelumnya” jika diplomasi tidak menghasilkan titik temu.

Dari pihak Iran, Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran siap menghadapi berbagai skenario, namun tetap melihat adanya “sinyal menggembirakan” dari proses yang berjalan.

Dalam pembahasan kali ini, Iran dikabarkan menawarkan sejumlah konsesi. Teheran disebut bersedia mengurangi pengayaan uranium dengan syarat AS mencabut sanksi ekonomi serta mengakui hak Iran untuk melakukan pengayaan nuklir untuk tujuan damai. Iran juga mempertimbangkan mengirim separuh dari cadangan uraniumnya yang sudah diperkaya ke luar negeri sebagai jaminan komitmen.

Meski demikian, perbedaan posisi kedua negara masih lebar. AS disebut tidak hanya menuntut penghentian total program nuklir, tetapi juga ingin memasukkan program rudal balistik Iran ke dalam paket kesepakatan, sebuah isu yang selama ini ditolak untuk dirundingkan oleh Teheran.

Putaran perundingan di Jenewa menjadi salah satu upaya terbaru untuk menjaga jalur diplomasi tetap terbuka di tengah eskalasi. Namun, hasilnya masih belum dapat dipastikan, sementara perhatian internasional tertuju pada kemungkinan tercapainya kesepakatan maupun risiko memburuknya situasi di kawasan.