BERITA TERKINI
Interior Masjid Al Wiqoyah Tampil Lapang tanpa Tiang Penyangga di Bawah Kubah

Interior Masjid Al Wiqoyah Tampil Lapang tanpa Tiang Penyangga di Bawah Kubah

Memasuki bagian dalam Masjid Al Wiqoyah, kesan pertama yang muncul adalah ruang yang terasa lapang. Kesan ini hadir karena tidak ada tiang penyangga di bawah kubah, berbeda dengan model soko guru seperti yang dikenal di Masjid Demak.

Penempatan tiang di bagian pinggir membuat area utama untuk ibadah shalat terlihat lebih luas. Wawan menyebut, area bagian atas masjid dapat menampung jamaah hingga 2.000 orang.

Lampu gantung mencolok di bawah kubah

Perhatian juga tertuju pada lampu gantung yang berada tepat di bawah kubah. Lampu gantung tersebut berwarna kuning dan terbuat dari campuran material kuningan.

Warna kuning lampu tampak menonjol karena bagian interior kubah dihiasi cat bermotif awan, sementara dinding interior masjid didominasi warna krem.

Mihrab dan mimbar: sederhana dengan kombinasi material berbeda

Pada bagian mihrab, tidak ada elemen yang terlalu menonjol. Pembeda utamanya terletak pada pemilihan marmer berwarna hijau tua.

Mihrab juga ditandai dengan dua pilaster berwarna putih bercorak hitam. Pilaster—pilar yang menempel pada dinding—berbentuk bulat, dengan bagian atas yang memperlihatkan bentuk melengkung.

Di area yang sama, terdapat mimbar yang dibuat dari lapisan tembaga, kuningan, dan kayu, dengan warna jingga kemerahan. Dari sisi estetika, perpaduan warna di bagian ini dinilai kurang menarik karena tampak kontras dan tidak saling bersinergi.

Meski demikian, Wawan menegaskan bahwa bangunan tersebut lebih dilihat dari sisi fungsi. Menurutnya, masjid ini diutamakan sebagai tempat ibadah yang memberikan rasa nyaman bagi jamaah di dalamnya.