BERITA TERKINI
Industri Popok Tertekan Kenaikan Bahan Baku, Harga Berpotensi Naik 20–30 Persen

Industri Popok Tertekan Kenaikan Bahan Baku, Harga Berpotensi Naik 20–30 Persen

Kenaikan harga bahan baku mulai menekan industri popok nasional. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) memperkirakan harga popok di pasaran berpotensi naik sekitar 20–30 persen dalam waktu dekat, seiring lonjakan biaya produksi dan ketidakpastian pasokan.

APKI menyebut kenaikan biaya bahan baku bahkan mencapai 100 persen. Kondisi ini dikaitkan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Direktur Komite Diapers APKI, Oto Gunasis, mengatakan perubahan harga bahan baku yang bergerak cepat membuat perhitungan biaya produksi menjadi tidak stabil. Menurutnya, industri perlu melakukan penyesuaian secara realistis dan terukur agar tekanan tidak semakin dalam.

Oto juga mengingatkan, dalam satu hingga dua bulan ke depan, ketersediaan popok di pasar berisiko terganggu apabila pasokan bahan baku tidak membaik. Ia menjelaskan, lonjakan harga bahan baku berawal dari kenaikan harga minyak mentah dunia yang kemudian mengerek harga bahan petrokimia seperti nafta dan polypropylene, yang digunakan dalam produksi popok.

Selain harga yang lebih mahal, pasokan bahan baku disebut semakin terbatas. Kombinasi keduanya menempatkan produsen pada posisi sulit, sehingga penyesuaian harga mulai dilakukan. Namun, APKI menilai kenaikan harga saja belum tentu cukup untuk menahan tekanan industri jika krisis bahan baku berlanjut.

Menurut Oto, tekanan biaya berpotensi mendorong penyesuaian harga jual popok yang pada akhirnya dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Lebih jauh, situasi ini juga dinilai bisa memicu gangguan produksi, termasuk kemungkinan penghentian operasional pabrik hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam kondisi tersebut, APKI mendesak pemerintah segera mengambil langkah, antara lain melalui kemudahan perizinan dan kelancaran impor bahan baku agar distribusi tidak terhambat. Koordinasi antar kementerian juga dinilai penting untuk mencegah munculnya kebijakan yang justru menambah ketidakpastian.

Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, pelaku industri khawatir dampaknya meluas, mulai dari kelangkaan produk di pasar hingga potensi PHK di sektor manufaktur. Di sisi lain, masyarakat diminta bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan harga popok sebagai imbas tekanan global yang belum mereda.