Kontingen Indonesia mencatat laju perolehan medali yang melampaui ekspektasi pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Hingga Kamis, 23 Januari 2026, para-atlet Indonesia telah mengumpulkan total 213 medali, terdiri atas 69 emas, 75 perak, dan 69 perunggu.
Jumlah tersebut jauh melampaui target awal 43 medali emas yang dipatok untuk hari ketiga pertandingan. Pada Kamis, Indonesia juga menjalani hari paling produktif dengan raihan 108 medali, yakni 29 emas, 36 perak, dan 43 perunggu.
Cabang para-atletik dan para-renang menjadi tulang punggung perolehan medali Indonesia. Tim atletik menyumbang 29 medali emas, sementara tim renang menambah 15 emas. Tenis meja turut berperan memperkuat total medali.
Chef de Mission Indonesia, Reda Manthovani, menyampaikan kebanggaannya atas penampilan para-atlet dalam konferensi pers yang dipantau dari Jakarta pada Sabtu, 24 Januari 2026. Menurutnya, 11 cabang olahraga sudah memenuhi target medali, dengan kontribusi terbesar datang dari atletik, renang, dan tenis meja.
Salah satu sorotan datang dari arena renang, ketika Bayu Putra Yuda memecahkan rekor ASEAN Para Games pada nomor 200 meter gaya bebas putra kelas S10 dan meraih medali emas. Reda menilai capaian tersebut mencerminkan peningkatan performa secara keseluruhan, seiring sejumlah rekor yang berhasil dipecahkan atlet Indonesia dalam tiga hari pertama pertandingan.
Indonesia tercatat mengikuti 381 dari 502 nomor final, atau sekitar 76 persen dari total nomor yang dipertandingkan. Dengan dua hari kompetisi tersisa, kontingen Indonesia dijadwalkan tampil pada 205 nomor tambahan.
Pejabat memproyeksikan tambahan sekitar 40 medali emas dari cabang andalan seperti para-bulu tangkis, para-catur, dan para-tenis meja. Reda mengaitkan hasil yang diraih dengan program latihan yang membaik, dukungan dari para ofisial, serta dorongan masyarakat Indonesia, seraya menyatakan optimisme kontingen “Merah Putih” dapat menutup ajang dengan hasil terbaik.

