Tekanan terhadap perekonomian global meningkat pada awal 2026 seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dan mengganggu rantai pasok perdagangan. Kondisi tersebut turut mendorong revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global.
International Monetary Fund (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2026 menjadi 3,1 persen, lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya sebesar 3,3 persen. Perubahan outlook ini dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi menekan perekonomian domestik.
Risiko yang disebutkan mencakup peningkatan inflasi akibat imported inflation serta tekanan terhadap nilai tukar Rupiah. Dampaknya dapat berpengaruh terhadap stabilitas sektor keuangan dan daya beli masyarakat.
Di tengah situasi yang dinamis dan menantang pada kuartal I 2026, kinerja industri otomotif nasional masih mencatat pertumbuhan yang moderat. Penjualan sepeda motor baru ritel tercatat naik 8 persen menjadi 1,7 juta unit.
Sementara itu, penjualan mobil baru ritel tumbuh tipis 1 persen menjadi 212 ribu unit, seiring melemahnya permintaan pada segmen mobil penumpang.