BERITA TERKINI
IBM: Pencurian Data Masih Marak di Asia Pasifik, Pelaku Manfaatkan Malware hingga Akses Server

IBM: Pencurian Data Masih Marak di Asia Pasifik, Pelaku Manfaatkan Malware hingga Akses Server

IBM menyatakan kasus pencurian data masih marak terjadi di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Temuan ini disampaikan Jake Paulson, Deputy Head of IBM X-Force Cyber Range, yang memaparkan pola serangan siber dan dampak yang paling sering muncul di wilayah tersebut.

Menurut Paulson, pelaku serangan siber di Asia Pasifik kerap menggunakan beragam metode untuk mencapai tujuannya. Cara yang paling banyak digunakan adalah malware sebesar 45%, disusul spam 15%, penggunaan tool yang terlegitimasi 15%, serta akses server 10%.

Ia juga menjelaskan bahwa dampak utama yang menjadi sasaran atau yang terjadi pada korban di Asia Pasifik meliputi pencurian data 14%, dampak pada reputasi merek 14%, serta pengumpulan kredensial 7%. Paulson menilai hal ini mencerminkan kerentanan terhadap serangan yang menargetkan data sensitif dan berpotensi mengganggu operasional.

Dalam pemetaan sektor yang paling sering disasar, Paulson menyebut kawasan Asia Pasifik terus menjadi episentrum insiden yang berkaitan dengan industri manufaktur. Wilayah ini disebut menyumbang 68% dari total serangan. Secara lebih rinci, sektor manufaktur menjadi industri yang paling banyak menjadi sasaran dengan porsi 65% insiden, diikuti sektor keuangan dan asuransi 17%, serta transportasi 7%.

Paulson menambahkan, penjahat siber juga kerap memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam menjalankan aksinya. Karena itu, ia menilai langkah antisipasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan AI untuk membantu menghindari serangan siber.

Menurutnya, AI tidak hanya mengubah cara manusia berinovasi, tetapi juga memengaruhi cara organisasi memperkuat pertahanan. Ia mengatakan, dengan meningkatkan visibilitas, kecepatan, dan presisi di seluruh siklus keamanan, AI dapat membantu organisasi mengantisipasi ancaman, merespons secara real time, dan menjaga posisi tetap selangkah lebih maju di tengah lanskap ancaman yang dinilainya semakin kompleks dan terus berkembang.