BERITA TERKINI
HPN 2026 Dinilai Jadi Momentum Pers Indonesia Perkuat Peran di Diplomasi Global

HPN 2026 Dinilai Jadi Momentum Pers Indonesia Perkuat Peran di Diplomasi Global

Hari Pers Nasional (HPN) 2026 digelar di tengah perubahan besar lanskap media global. Arus informasi yang kian cepat dan tanpa batas membuat informasi tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan kebutuhan primer. Perkembangan era digital juga menghapus sekat geografis, sehingga masyarakat dunia terhubung dalam aliran informasi yang berlangsung terus-menerus.

Dalam situasi tersebut, peran pers dinilai ikut berevolusi. Ikatan Media Online (IMO) Indonesia memandang HPN 2026 sebagai momentum penting agar pers Indonesia melampaui fungsi konvensional penyampai fakta, dan mengambil posisi strategis dalam membentuk persepsi dunia terhadap Indonesia. Menurut IMO, pers berpeluang menjadi bagian dari mesin diplomasi global yang membawa visi dan kepentingan Indonesia ke kancah internasional secara bermartabat.

Di sisi lain, pers Indonesia disebut berada di persimpangan. Kebebasan berpendapat pasca-reformasi berjalan berdampingan dengan tantangan baru, mulai dari disrupsi digital, tekanan ekonomi, hingga maraknya hoaks yang dinilai menggerus kepercayaan publik.

Meski demikian, pers tetap dipandang sebagai pilar demokrasi yang berperan mengawasi kekuasaan dan mendorong transparansi. Media juga disebut menjadi jembatan pembangunan dengan menghubungkan kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. IMO menekankan bahwa hubungan tersebut tidak menjadikan pers sebagai humas pemerintah. Sinergi ideal digambarkan sebagai relasi saling menghormati, dengan pemerintah merancang kebijakan, sementara pers menyampaikan informasi sekaligus menjalankan fungsi pengawasan secara kritis dan independen.

IMO juga menyoroti kuatnya pengaruh narasi digital di tingkat global, yang dalam banyak kasus dinilai dapat melampaui pernyataan diplomatik formal. Karena itu, media Indonesia didorong untuk menjadi produsen narasi global, bukan sekadar konsumen informasi asing. Sudut pandang khas Indonesia dinilai perlu lebih berani dihadirkan dalam isu-isu dunia, seperti perdamaian dan keberlanjutan lingkungan.

Untuk mendorong arah tersebut, IMO menilai peran Dewan Pers sangat vital. Dewan Pers diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif seperti pencatatan dan pendataan, melainkan menjadi “rumah besar” yang mengayomi organisasi pers. IMO menekankan pentingnya Dewan Pers merangkul seluruh entitas media, baik besar maupun kecil, tanpa pilih kasih, karena soliditas pers yang tidak terfragmentasi dipandang sebagai modal untuk memperkuat daya tawar Indonesia dalam kompetisi global.

Penunjukan Provinsi Banten sebagai tuan rumah HPN 2026 juga dinilai membawa pesan tersendiri. Banten, yang digambarkan sebagai wilayah industri yang masih menghadapi ketimpangan struktural, disebut menunjukkan pentingnya peran pers dalam mendorong keadilan sosial. IMO menilai Pemerintah Provinsi Banten telah memperlihatkan bahwa pers dapat menjadi mitra strategis, bukan hanya dalam melaporkan capaian, tetapi juga membuka ruang dialog antara pemerintah, pengusaha, dan warga.

Menurut IMO, kolaborasi tersebut memperlihatkan pers sebagai motor penggerak pembangunan, bukan sekadar saksi. HPN 2026 di Banten dinilai mengirimkan pesan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari daerah, dan melalui sinergi yang jujur antara pemerintah dan pers, pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan upaya memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.