Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bersama Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.
Sekretaris Jenderal BPP Hipmi sekaligus Ketua Umum Aspebindo, Dr Anggawira MM MH, menilai konflik di kawasan Timur Tengah telah berkembang dari dinamika geopolitik regional menjadi konfrontasi antarnegara. Menurutnya, kondisi ini berisiko menimbulkan gangguan signifikan pada rantai pasok energi dunia, terutama pada jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz.
Anggawira menyebut sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan hampir sepertiga perdagangan LNG global melintasi Selat Hormuz. Ia memperingatkan, setiap eskalasi di kawasan tersebut dapat berdampak langsung pada lonjakan harga energi global, termasuk meningkatkan biaya impor BBM dan LNG Indonesia yang saat ini masih cukup tinggi.
Hipmi juga mencatat ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak yang telah melampaui 50 persen membuat perekonomian nasional rentan terhadap imported inflation akibat gejolak harga energi internasional. Kenaikan harga minyak mentah global dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap APBN, terutama pada pos subsidi dan kompensasi energi.
Di sisi lain, Aspebindo menilai potensi kenaikan harga LNG di pasar spot Asia sebagai dampak konflik global dapat memengaruhi biaya pokok penyediaan listrik nasional. Hal itu dikaitkan dengan kondisi sebagian pembangkit listrik di Indonesia yang masih bergantung pada pasokan LNG impor berbasis harga pasar.
Dalam situasi geopolitik yang semakin tidak menentu, Hipmi dan Aspebindo menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas energi nasional sekaligus melindungi daya tahan sektor industri. Salah satu langkah yang didorong adalah mengaktifkan protokol darurat energi nasional, termasuk meningkatkan cadangan operasional BBM sebagai penyangga terhadap potensi gangguan pasokan global.

