Kenaikan harga avtur atau bahan bakar pesawat disebut berdampak signifikan terhadap industri travel umrah. Lonjakan biaya penerbangan membuat agen perjalanan perlu menyesuaikan strategi agar tetap dapat memberangkatkan jemaah tanpa membebani biaya secara berlebihan.
Ketidakstabilan kondisi global, termasuk kenaikan harga energi serta dampak konflik di wilayah Timur Tengah, turut memicu kenaikan biaya operasional transportasi udara. Situasi tersebut berimbas langsung pada perjalanan ibadah umrah yang sangat bergantung pada layanan penerbangan.
Pimpinan kantor agen resmi PT Ma’ali wilayah Tabalong, Ustadz Fahmi Anshari, menyampaikan bahwa kenaikan harga avtur yang mencapai lebih dari 70 persen pada April 2026 berdampak langsung pada harga tiket pesawat, baik untuk rute domestik maupun internasional.
Menurut dia, kondisi itu memicu kenaikan biaya penerbangan rute Timur Tengah dengan potensi kenaikan 15 hingga 35 persen. Dampaknya, biaya paket umrah diperkirakan ikut naik sekitar Rp1,5 juta hingga Rp5 juta per jemaah.
Meski demikian, PT Ma’ali disebut tetap mempertahankan harga paket yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menjaga kepercayaan dan kenyamanan calon jemaah. Untuk menyiasati situasi tersebut, perusahaan mendorong pendaftaran lebih awal agar bisa memperoleh harga tiket yang lebih murah, serta menawarkan alternatif penerbangan transit yang dinilai lebih ekonomis.
“Strategi yang kami lakukan adalah memaksimalkan efisiensi dengan mendorong pendaftaran lebih awal, karena itu sangat berpengaruh terhadap harga tiket. Selain itu, kami juga menawarkan opsi penerbangan transit yang harganya lebih terjangkau dibandingkan penerbangan langsung,” ujar Ustadz Fahmi Anshari.
Estimasi kenaikan biaya umrah juga disampaikan Direktur Utama PT Hikmah Rizquna Persada, Ustadz Muhammad Taufani Aulia Akbar. Ia menyebut kenaikan harga paket umrah di wilayah Kalimantan Selatan berkisar Rp2 juta hingga Rp5 juta, tergantung maskapai yang digunakan.
Di tengah kenaikan biaya, minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah disebut masih tinggi. Pelaku usaha travel menyatakan terus berupaya menyesuaikan harga agar tetap terjangkau tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha.
“Minat masyarakat untuk umrah masih tinggi. Kami tetap berusaha memberikan paket terbaik bagi masyarakat, meskipun di tengah kenaikan harga, agar tetap bisa berangkat ke Tanah Suci,” ujar Ustadz Muhammad Taufani Aulia Akbar.
Para pelaku usaha travel umrah berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan berupa subsidi atau intervensi terhadap harga avtur guna menekan lonjakan harga tiket pesawat. Mereka juga berharap kondisi global segera stabil agar harga kembali normal dan aktivitas perjalanan ibadah dapat berjalan lebih lancar tanpa kendala biaya tinggi.