BERITA TERKINI
Harga BBM di Indonesia Masih Stabil Saat Negara Tetangga Naikkan Tarif di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Harga BBM di Indonesia Masih Stabil Saat Negara Tetangga Naikkan Tarif di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Jakarta — Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia terpantau masih stabil di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara yang dalam dua pekan terakhir melakukan penyesuaian harga secara signifikan seiring lonjakan harga minyak mentah dunia.

Hingga Kamis (26/3/2026), situs resmi Pertamina mencatat harga BBM jenis Pertamax Series dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan sejak awal Maret. Situasi serupa juga terlihat pada jaringan SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo yang masih mempertahankan harga sebelumnya.

Kenaikan harga minyak mentah global mendorong beberapa negara ASEAN menaikkan harga di tingkat pompa bensin, baik untuk menekan beban subsidi maupun menyesuaikan dengan mekanisme pasar. Di Malaysia, harga RON95 dilaporkan naik menjadi 3,27 Ringgit (sekitar Rp11.500) per liter dari sebelumnya 2,59 Ringgit. Sementara itu, harga diesel di Semenanjung Malaysia meningkat menjadi 4,72 Ringgit (sekitar Rp16.700) per liter.

Di Singapura, harga bensin oktan 95 berada pada kisaran 2,35 hingga 3,47 Dolar Singapura (sekitar Rp27.000–Rp40.000) per liter sebelum potongan harga, bergantung pada penyedia layanan.

Thailand juga melakukan penyesuaian, dengan kenaikan harga seri Gasohol sebesar 1 Baht dan diesel sebesar 0,70 Baht. Harga bensin murni (petrol) disebut telah menembus 41,64 Baht (sekitar Rp18.000) per liter.

Vietnam mencatat kenaikan yang disebut paling ekstrem. Harga RON95-III meningkat menjadi 30.690 Vietnam Dong (sekitar Rp19.500) per liter, naik lebih dari 5.000 Dong dibanding periode sebelumnya.

Sementara itu di wilayah Jakarta, harga Pertalite (RON 90) masih berada di level Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi bertahan di Rp6.800 per liter. Untuk sektor non-subsidi, Pertamax (RON 92) dijual Rp12.300 per liter dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.

Stabilnya harga BBM di Indonesia mencerminkan upaya pemerintah meredam dampak inflasi global terhadap daya beli masyarakat. Namun, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa apabila ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut dan mengganggu jalur logistik di Selat Hormuz, beban subsidi dalam APBN berpotensi meningkat.

Dengan harga yang relatif lebih rendah dibanding negara tetangga, terutama untuk bensin beroktan tinggi, Indonesia dinilai berada pada posisi tersendiri dalam menjaga stabilitas biaya logistik. Meski demikian, evaluasi berkala disebut tetap dilakukan oleh otoritas terkait untuk memastikan ketahanan energi nasional terjaga di tengah fluktuasi harga minyak mentah yang dinamis.