Tekanan biaya di sektor manufaktur Inggris melonjak tajam pada April 2026 di tengah terganggunya rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah. Situasi ini dikaitkan dengan kebuntuan di Selat Hormuz yang memperlambat distribusi energi dan barang ke berbagai negara.
Survei terbaru S&P Global menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Inggris naik menjadi 53,7 pada April, dari 51,0 pada Maret. Angka tersebut sedikit di atas estimasi awal 53,6, menandakan aktivitas manufaktur masih berekspansi meski tekanan biaya meningkat.
Gangguan logistik internasional dilaporkan terjadi sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari. Penutupan Selat Hormuz—jalur yang disebut mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia—memicu kenaikan harga energi global dan memperburuk keterlambatan pengiriman.
Selain itu, sejumlah kapal pengangkut juga menghindari jalur Laut Merah menuju Terusan Suez menyusul serangan kelompok Houthi di Yaman. Kapal-kapal kemudian memilih rute alternatif yang lebih panjang melalui ujung selatan Afrika, sehingga menambah waktu tempuh dan biaya pengiriman.
S&P Global mencatat pembatasan terhadap kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz telah memperpanjang waktu pengiriman ke level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, survei masih mencatat kenaikan output dan pesanan baru pada April. Namun, biaya input produsen meningkat pada laju tercepat sejak Juni 2022.
Direktur S&P Global Market Intelligence, Rob Dobson, menyebut peningkatan produksi antara lain didorong percepatan pembelian oleh pelanggan untuk mengantisipasi kenaikan harga dan gangguan pasokan. Ia menilai ketika tren ini mereda pada akhir tahun dan optimisme bisnis menurun, pertumbuhan sektor berpotensi melambat meski tekanan inflasi tetap tinggi.
Survei juga menunjukkan pelaku usaha mulai meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen. Hal ini tercermin dari kenaikan harga jual rata-rata yang mencapai level tertinggi sejak November 2022.
Sementara itu, optimisme bisnis untuk 12 bulan ke depan turun ke level terendah dalam satu tahun terakhir. Responden menyebut kekhawatiran atas dampak konflik di Timur Tengah serta konsekuensi kebijakan pemerintah sebagai faktor utama.
Meski menghadapi tekanan biaya, sektor manufaktur Inggris mencatat peningkatan perekrutan tenaga kerja untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024. Peningkatan ini terjadi setelah Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves mengumumkan kenaikan pajak bagi pemberi kerja dalam anggaran pertamanya.