BERITA TERKINI
Fadli Zon Siap Hadapi Rencana Gugatan Kubu PB XIV Purbaya Terkait SK Pengelolaan Keraton Solo

Fadli Zon Siap Hadapi Rencana Gugatan Kubu PB XIV Purbaya Terkait SK Pengelolaan Keraton Solo

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menanggapi rencana gugatan hukum dari kubu Pakubuwono (PB) XIV Purbaya terkait Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan RI Nomor 8 Tahun 2026. SK tersebut menunjuk KGPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo.

Fadli Zon menyatakan penunjukan itu telah melalui kajian pemerintah sebelum diterbitkan. Ia menegaskan pemerintah tidak melihat persoalan dalam keputusan tersebut.

“Ya sudah, enggak ada masalah (penunjukan), itu kan hak kita. Itu enggak ada masalah bagi kita,” ujar Fadli Zon di sela kunjungan peresmian tahap I pengembangan kawasan Candi Plaosan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Rabu (21/1/2025).

Terkait rencana gugatan dari pihak yang keberatan, Fadli Zon menyatakan pemerintah siap menghadapinya.

“Kita sudah siap (menghadapi gugatan), kita sudah siap,” katanya.

Ia menjelaskan penunjukan perwakilan dari pemerintah pusat diperlukan dalam konteks pengelolaan dana hibah. Menurutnya, urusan suksesi atau hal-hal internal di dalam Keraton merupakan ranah keluarga.

“Kita menunjuk perwakilan dari pemerintah pusat (pengelolaan dana hibah). Terkait dengan apa yang namanya suksesi atau hal-hal yang ada di dalam (Keraton), itu merupakan domain internal keluarga,” jelasnya.

Fadli Zon menambahkan, tanpa penunjukan pihak yang bertanggung jawab, penyaluran dan pertanggungjawaban dana hibah berpotensi terkendala.

“Karena kalau kita tidak tunjuk, nanti siapa yang bertanggung jawab?” imbuhnya.

Ia juga menyebut Keraton Solo masih bergantung pada dukungan dana untuk kebutuhan perawatan. Menurutnya, kebutuhan dasar seperti listrik dan kebersihan pun memerlukan pembiayaan.

“Bahkan ini belum masuk perawatan, untuk maintenance saja, misalnya mulai dari listrik, kebersihan, dan lain-lain,” pungkasnya.

Sementara itu, konflik di Keraton Solo bermula dari saling klaim sebagai penerus PB XIII. Setelah PB XIII wafat, KGPAA Hamangkunegoro atau Gusti Purbaya menyatakan berdiri sebagai Pakubuwono XIV di depan jenazah ayahnya sebelum diberangkatkan pada Rabu (5/11/2025).

Di sisi lain, KGPH Hangabehi juga menyatakan sebagai Pakubuwono XIV penerus takhta Keraton Solo pada Kamis (13/11/2025) di Sasana Handrawina.

Seiring dua klaim tersebut, situasi di Keraton Solo dilaporkan memanas dan konflik berlanjut, termasuk aksi penggembokan pintu keraton. Peristiwa terbaru disebut terjadi saat bentrok antara dua kubu jelang kedatangan Fadli Zon pada Minggu (18/1/2026), ketika ia datang untuk menyerahkan SK kepada KGPA Tedjowulan sebagai penanggung jawab pemanfaatan Keraton Solo.