BERITA TERKINI
Eropa Usulkan Rusia Kembali ke G8 dalam Paket Perdamaian Ukraina

Eropa Usulkan Rusia Kembali ke G8 dalam Paket Perdamaian Ukraina

Jenewa — Sejumlah pihak di Eropa dilaporkan menawarkan Rusia untuk bergabung kembali ke kelompok G8 sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang di Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun. Usulan itu disebut dibahas dalam pertemuan para pejabat di Jenewa, dengan gagasan utama mendorong integrasi bertahap Moskow kembali ke sistem perekonomian global sebagai jalan keluar dari konflik berkepanjangan.

Laporan yang dikutip Reuters dan Miami Herald pada Senin, 24 November 2025, menyebut rencana Eropa tersebut memuat sejumlah poin kunci, termasuk penegasan kedaulatan Ukraina serta perjanjian non-agresi yang “total dan lengkap” antara Rusia, Ukraina, dan NATO.

Dalam skema itu, Ukraina juga akan menerima jaminan keamanan yang kuat dengan dukungan Amerika Serikat yang disebut meniru Pasal 5 NATO. Namun, jaminan tersebut dinyatakan dapat dicabut apabila Ukraina menyerang Rusia.

Rencana yang sama turut memuat pembatasan kekuatan militer Ukraina hingga 800.000 personel pada masa damai. Sementara itu, jalur bergabungnya Ukraina ke NATO disebut hanya dapat dicapai melalui konsensus seluruh anggota. NATO juga dilaporkan akan menyetujui untuk tidak menempatkan pasukan permanen di Ukraina pada masa damai, sedangkan pesawat jet tempur NATO akan ditempatkan di Polandia.

Selain aspek keamanan, proposal Eropa juga mencantumkan langkah reintegrasi Rusia ke ekonomi global, termasuk kemungkinan kembali ke G8. Di sisi lain, Ukraina disebut akan direkonstruksi sepenuhnya dan memperoleh kompensasi finansial, dengan penggunaan aset negara Rusia yang dibekukan hingga Moskow membayar kerusakan.

Proposal tersebut juga memuat rencana agar Ukraina menggelar pemilu setelah tercapainya perjanjian damai, serta memperoleh akses pasar preferensial jangka pendek.

Di Washington, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan kepada wartawan bahwa pertemuan di Jenewa merupakan hari terbaik dalam keseluruhan proses perdamaian Rusia–Ukraina. Presiden AS Donald Trump, menurut laporan yang sama, memperingatkan bahwa jika kesepakatan gagal, dukungan militer dan intelijen utama untuk Ukraina dapat mengalami penurunan signifikan.

Dalam perkembangan terkait, disebutkan ada proposal damai 28 poin yang disusun Trump dan Rusia yang menuntut Ukraina menyerah pada beberapa poin. Poin-poin tersebut sebelumnya berulang kali ditolak Ukraina, sementara Trump mengkritik Ukraina yang dinilai tidak bersyukur terhadap perjanjian damai tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam pidato rutin malamnya, mengonfirmasi akan menghadiri perundingan dan menyatakan harapannya agar Trump bersedia mendengarkannya.