BERITA TERKINI
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam di Tengah Konflik dan Krisis Kemanusiaan

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam di Tengah Konflik dan Krisis Kemanusiaan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menilai negara-negara Muslim tengah menghadapi fase global yang berat, ditandai konflik berkepanjangan dan krisis kemanusiaan di berbagai kawasan. Menurutnya, situasi tersebut menunjukkan penderitaan yang meluas tanpa tanda mereda.

Dalam pernyataannya, Erdogan menggambarkan dampak konflik di sejumlah wilayah dunia Islam. “Dari Palestina hingga Lebanon, dari Teluk hingga Sudan, dari Somalia hingga Yaman, ke mana pun kita memandang, sayangnya yang kita temui hanyalah air mata,” kata Erdogan, dikutip dari Yeni Safak, Kamis (30/4/2026).

Erdogan menyampaikan hal itu saat berbicara dalam Upacara Penganugerahan Kompetisi Tilawah Alquran Internasional. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pihak-pihak yang disebutnya sebagai “dunia beradab” karena dinilai tidak bereaksi terhadap kekerasan yang terjadi.

“Di hari-hari ujian ini, ketika apa yang disebut dunia beradab menutup mata, bayi-bayi di buaian dan warga sipil yang tak berdaya dibantai secara brutal,” ujarnya.

Selain itu, Erdogan menyoroti sikap negara-negara Barat yang selama ini menggaungkan nilai keadilan dan hak asasi manusia. Ia menilai sikap tersebut tidak sejalan dengan kondisi yang terjadi saat ini. “Hari ini, kita semua melihat wajah asli mereka,” katanya, tanpa menyebut negara tertentu.

Pernyataan Erdogan muncul di tengah meningkatnya ketegangan, termasuk operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon, konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, serta penutupan Selat Hormuz. Rangkaian peristiwa itu disebut berdampak besar pada negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Dalam pesannya, Erdogan menekankan pentingnya solidaritas antarumat Islam sebagai respons atas situasi tersebut. Ia menyebut persatuan sebagai kunci untuk menghadapi tekanan yang ada. “Untuk melewati ujian ini, kita tidak punya pilihan lain selain saling percaya, saling mengandalkan, dan saling mendukung,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar perpecahan internal tidak terus berlanjut. “Sebagai umat Islam, kita wajib menyingkirkan perselisihan, pertikaian, dan permusuhan, serta perdebatan yang tidak perlu dan tidak pada tempatnya, dan bersatu menjadi satu kesatuan,” ujarnya.

Bagi Turki, yang berupaya mengambil peran sebagai mediator di dunia Islam, pernyataan tersebut mempertegas dorongan Ankara agar negara-negara Muslim memperkuat kebersamaan dalam menghadapi tekanan eksternal dan krisis kemanusiaan.