BERITA TERKINI
Embraer Bidik Peluang Penjualan 180 Lebih Pesawat Angkut C-390 di Asia-Pasifik

Embraer Bidik Peluang Penjualan 180 Lebih Pesawat Angkut C-390 di Asia-Pasifik

Perusahaan pertahanan asal Brasil, Embraer, mengidentifikasi potensi penjualan lebih dari 180 pesawat angkut militer C-390 Millennium di pasar pertahanan Asia-Pasifik. Pernyataan ini disampaikan Presiden dan CEO Embraer Defense & Security, Bosco da Costa Junior, kepada wartawan di ajang Singapore Airshow 2026.

Bosco menyebut C-390 kian mendapat daya tarik secara global. Ia mengatakan program Millennium telah mencatat sekitar 50 penjualan atau seleksi pasti, disertai 19 opsi tambahan. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan kematangan program dan penerimaan dari angkatan udara yang ingin mengganti pesawat angkut yang menua dengan platform yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih serbaguna.

Embraer menilai kebutuhan pembaruan armada akan meningkat dalam satu dekade mendatang, mengingat banyak negara masih mengoperasikan pesawat berusia hampir 50 tahun. Selain kebutuhan militer, permintaan juga didorong oleh kebutuhan mendukung misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam yang disebut semakin sering terjadi di kawasan.

India menjadi salah satu target pasar yang dibidik Embraer, dengan perkiraan kebutuhan 40 hingga 80 pesawat. Dalam segmen ini, C-390 akan bersaing dengan pesawat angkut militer lain dari produsen berbeda. Sejumlah analis industri menilai C-390 muncul sebagai pesaing kuat karena menggabungkan kapasitas kargo hingga 26 ton, kecepatan jelajah yang lebih tinggi dibanding pesawat kargo turboprop, serta proyeksi biaya siklus hidup yang kompetitif untuk operasi intensif.

Di Korea Selatan, Embraer disebut tengah menyelesaikan uji terbang C-390 untuk Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) sebelum mengintegrasikan sistem khusus sesuai permintaan pelanggan. Pesawat itu dipilih Seoul pada akhir 2023 dalam program Pesawat Angkut Besar II, dengan pengiriman pertama dijadwalkan pada akhir tahun ini. Embraer tidak mengungkapkan jumlah unit yang dibeli, namun sumber industri mengindikasikan pesanan awal sebanyak tiga pesawat.

Untuk 2026, Embraer berencana mengirimkan enam unit C-390, dua kali lipat dibanding volume pengiriman tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung kontrak baru, termasuk kesepakatan yang baru dikonfirmasi dengan Uzbekistan untuk dua pesawat C-390. Uzbekistan disebut akan menjadi negara pertama di Asia Tengah yang mengoperasikan Millennium.

Embraer juga menyampaikan armada C-390 global telah melampaui 20.000 jam terbang kumulatif. Beberapa angkatan udara dilaporkan mencatat lebih dari 1.000 jam terbang per tahun untuk setiap pesawat. Hingga kini, C-390 telah dipilih oleh Brasil, Portugal, Belanda, Austria, Swedia, Hongaria, Slovakia, Lituania, serta Korea Selatan dan Uzbekistan.