BERITA TERKINI
Ekonomi Aceh Tumbuh 4,46 Persen pada Triwulan III-2025, Kontribusi ke PDRB Sumatera Capai 4,90 Persen

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,46 Persen pada Triwulan III-2025, Kontribusi ke PDRB Sumatera Capai 4,90 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat ekonomi Aceh pada triwulan III-2025 tumbuh 4,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Capaian ini dinilai menunjukkan tren positif di tengah pemulihan ekonomi daerah.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, mengatakan pertumbuhan tersebut juga sejalan dengan pergerakan kontribusi Aceh terhadap perekonomian regional di Pulau Sumatera. Pada triwulan III-2025, Aceh berkontribusi 4,90 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera.

Secara regional, Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau tercatat menjadi penyumbang terbesar perekonomian Pulau Sumatera dengan kontribusi masing-masing 23,58 persen dan 22,95 persen.

Dari sisi produksi, Tasdik menyebut pertumbuhan tertinggi secara tahunan terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 7,78 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 4,85 persen.

Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi Aceh tumbuh 1,71 persen. Pada periode ini, sektor konstruksi menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi dengan kenaikan 9,05 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pembentukan modal tetap bruto tumbuh paling tinggi sebesar 4,56 persen.

Menurut Tasdik, struktur PDRB Aceh atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2025 secara umum tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Perekonomian Aceh masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 32,03 persen.

Kontributor besar berikutnya adalah perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,97 persen, administrasi pemerintahan 8,61 persen, konstruksi 8,51 persen, serta transportasi dan pergudangan 7,04 persen. Lima sektor ini secara keseluruhan menyumbang 71,16 persen terhadap total perekonomian Aceh.

Dari sisi pengeluaran, Tasdik menjelaskan perekonomian Aceh didominasi oleh ekspor barang dan jasa sebesar 66,05 persen, pengeluaran konsumsi rumah tangga 54,15 persen, pembentukan modal tetap bruto 31,68 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 16,14 persen, pengeluaran konsumsi LNPRT 1,90 persen, serta perubahan inventori minus 0,24 persen.

“Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi di Aceh terus bergerak, terutama di sektor-sektor jasa dan konstruksi,” kata Tasdik, Rabu (5/11/2025).