Duta Besar Amerika Serikat untuk China, David Perdue, mengkritik Beijing terkait persyaratan lisensi ekspor yang dinilainya terlalu mengganggu bagi perusahaan asing. Pernyataan itu disampaikan saat para pemimpin dua ekonomi terbesar dunia disebut semakin mendekati pertemuan di Beijing.
Dalam pidatonya pada acara Kamar Dagang Amerika di China, Kamis malam, Perdue mengatakan perusahaan asing harus tunduk pada “sistem lisensi ekspor yang membutuhkan tingkat intelijen rantai pasokan yang, dalam banyak kasus, akan melanggar kewajiban kerahasiaan sebagian besar perusahaan Fortune 500 di AS.”
Menurut laporan Bloomberg News, China semakin memanfaatkan kontrol ekspor dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat. Beijing juga kini mewajibkan perusahaan asing memperoleh persetujuan untuk mengimpor material tertentu, termasuk logam tanah jarang.
Dominasi China atas mineral kritis—yang digunakan dalam berbagai produk mulai dari kendaraan listrik hingga iPhone—disebut menjadi titik panas potensial dalam upaya mempertahankan gencatan perdagangan yang rapuh, yang dicapai kedua negara pada tahun lalu.

