BERITA TERKINI
AS Perluas Project Vault dan Dorong ‘Klub Pembeli’ Mineral Kritis untuk Kurangi Ketergantungan pada China

AS Perluas Project Vault dan Dorong ‘Klub Pembeli’ Mineral Kritis untuk Kurangi Ketergantungan pada China

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menggelar pertemuan dengan pejabat dari lebih dari 50 negara pada Rabu (1/2/2026) untuk memperluas Project Vault, cadangan mineral kritis senilai US$ 12 miliar. Langkah ini disebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan AS pada China dalam pasokan mineral strategis.

Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan perwakilan dari Eropa, Asia, dan Afrika. Pertemuan tersebut diarahkan untuk memperluas inisiatif Project Vault menjadi “klub pembeli” global (global buyers club) mineral kritis.

Sejalan dengan agenda mineral kritis itu, para senator AS juga disebut akan mengajukan rancangan undang-undang untuk memperpanjang pendanaan US Export-Import Bank selama 10 tahun ke depan.

Di sisi lain, Trump pada Senin menyatakan AS dan India telah mencapai kesepakatan terkait perdagangan dan tarif setelah pembicaraannya dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Trump mengatakan tarif dasar AS atas barang asal India akan diturunkan menjadi 18% dari sebelumnya 25%.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim Modi sepakat menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Ia menyebut langkah tersebut akan membuat tarif AS terhadap India turun lebih jauh. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa tambahan tarif “sekunder” sebesar 25% terhadap India yang terkait pembelian minyak Rusia juga akan dicabut.

“Hubungan luar biasa kami dengan India akan menjadi semakin kuat ke depannya,” tulis Trump di platform Truth Social.

Kesepakatan AS–India ini terjadi di tengah dinamika perdagangan global. Sejumlah mitra dagang AS dilaporkan merampungkan perjanjian yang telah lama dinegosiasikan, yang dipandang sebagai sinyal perlawanan terhadap rezim tarif Trump.

India dan Uni Eropa, misalnya, mengumumkan kesepakatan dagang besar pekan lalu. Uni Eropa menyebutnya sebagai “mother of all deals” setelah bertahun-tahun perundingan.

Sementara itu, dalam beberapa pekan terakhir Trump kembali melontarkan ancaman tarif baru terhadap Kanada dan Meksiko, yang menandai eskalasi tekanan terhadap negara-negara sekutu.