BERITA TERKINI
Midea Pertimbangkan Penerbitan Obligasi Konversi hingga US$2 Miliar di Tengah Lonjakan Penerbitan di China

Midea Pertimbangkan Penerbitan Obligasi Konversi hingga US$2 Miliar di Tengah Lonjakan Penerbitan di China

Midea Group tengah mempertimbangkan untuk masuk ke pasar obligasi konversi, dengan pembahasan mengenai potensi penerbitan yang dapat menghimpun dana hingga sekitar US$2 miliar, menurut sejumlah pihak yang mengetahui hal tersebut. Produsen peralatan rumah tangga yang tercatat ganda di Hong Kong dan Shenzhen itu disebut telah bekerja sama dengan para penasihat, meski belum ada keputusan final dan rincian transaksi masih dapat berubah bergantung pada kondisi pasar.

Namun, seorang perwakilan perusahaan menyatakan Midea tidak sedang mempertimbangkan transaksi semacam itu. Pernyataan tersebut membuat situasi tetap dinamis, seiring investor menilai apakah perusahaan pada akhirnya akan melanjutkan rencana penerbitan obligasi konversi.

Wacana penerbitan ini muncul ketika aktivitas pendanaan berbasis ekuitas (equity-linked) di China mengalami percepatan. Penerbitan obligasi konversi dan exchangeable tercatat mencapai rekor US$70,7 miliar pada tahun lalu. Tren tersebut berlanjut hingga 2026, dengan dana yang telah dihimpun mencapai US$10,5 miliar, sehingga penerbitan berada di jalur menuju kinerja kuartal pertama terkuat dalam empat tahun terakhir.

Instrumen ini dinilai menarik di tengah lingkungan suku bunga dan volatilitas pasar yang masih tinggi. Perusahaan dapat berpeluang memperoleh pendanaan dengan kupon lebih rendah, bahkan mendekati nol, sembari memberikan investor eksposur terhadap potensi kenaikan saham.

Bagi Midea, struktur pendanaan seperti ini dinilai relevan mengingat kinerja sahamnya belakangan. Perusahaan menghimpun US$4,6 miliar melalui pencatatan di Hong Kong pada September 2024, dan harga sahamnya telah naik sekitar 53% sejak saat itu. Kondisi tersebut dapat mendukung penetapan premi konversi serta membantu mengelola potensi dilusi apabila obligasi nantinya dikonversi menjadi saham.

Meski belum jelas apakah Midea akan melanjutkan rencana tersebut, pembahasan yang berlangsung mencerminkan meningkatnya minat penerbit di China terhadap instrumen pendanaan hibrida, seiring pasar ekuitas yang relatif kuat dan strategi pendanaan perusahaan yang terus menyesuaikan diri.