Amerika Serikat, Rusia, dan China memiliki mekanisme yang berbeda dalam proses mengaktifkan senjata nuklir. Dalam gambaran populer, peluncuran senjata nuklir kerap dikaitkan dengan sebuah tombol yang dikenal sebagai red button atau tombol merah.
Namun, konsep “tombol merah” tidak selalu merujuk pada tombol fisik berwarna merah. Selain itu, prosedur untuk menggunakannya juga tidak sesederhana menekan saklar lampu. Proses peluncuran senjata nuklir melibatkan protokol tertentu yang dirancang untuk memastikan keputusan dan tindakan yang diambil mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Dengan kata lain, meski istilah “tombol merah” sering digunakan untuk memudahkan pemahaman publik, pelaksanaan di lapangan tidak sesederhana gambaran tersebut. Tiap negara memiliki sistem dan protokolnya masing-masing dalam mengaktifkan senjata nuklir.

