BERITA TERKINI
Dubes Nguyen Duc Hung: Generasi Muda Dinilai Mampu Perkuat Peran Diplomasi Vietnam

Dubes Nguyen Duc Hung: Generasi Muda Dinilai Mampu Perkuat Peran Diplomasi Vietnam

Duta Besar Nguyen Duc Hung menilai pertemuan tahunan para staf diplomatik Vietnam menjadi momen bermakna yang mempertemukan berbagai generasi untuk mengenang perjalanan masa lalu sekaligus mempererat ikatan kolegial. Ia mengatakan, setiap pertemuan memiliki makna tersendiri, namun umumnya membangkitkan emosi dan nostalgia, terutama bagi para pejabat yang telah pensiun.

Menurut Nguyen Duc Hung, kegiatan semacam ini juga mencerminkan penghormatan dan rasa terima kasih Kementerian Luar Negeri kepada generasi terdahulu yang telah berkontribusi membangun dan mengembangkan sektor diplomasi. Ia menuturkan, para pejabat yang telah pensiun merasakan bahwa kementerian tidak melupakan mereka.

Menengok perjalanan diplomasi Vietnam selama lebih dari 80 tahun, Nguyen Duc Hung menegaskan diplomasi selalu terkait erat dengan sejarah pembangunan bangsa dan pertahanan nasional. Ia menyebut diplomasi telah mencatat capaian penting di empat bidang utama: menjaga kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah; membantu menciptakan lingkungan damai dan stabil bagi pembangunan; menarik sumber daya serta dukungan keuangan untuk pembangunan nasional; dan meningkatkan posisi serta prestise Vietnam di tingkat internasional.

Ia juga menyampaikan pandangannya terkait Kongres Nasional ke-14, yang untuk pertama kalinya mengangkat hubungan luar negeri ke tingkat yang sama dengan pertahanan dan keamanan nasional, serta menyebutnya sebagai “tugas penting dan berkelanjutan”. Menurutnya, hal itu menunjukkan pemahaman yang semakin jelas dari Partai dan Negara mengenai peran hubungan luar negeri dalam strategi menyeluruh untuk melindungi, membangun, dan mengembangkan Tanah Air.

Dalam konteks internasional saat ini, Nguyen Duc Hung—yang juga disebut sebagai mantan Asisten Menteri—menilai tatanan internasional berbasis aturan yang dibentuk pasca-Perang Dunia II menghadapi tantangan serius. Ia mengatakan, meskipun aturan internasional masih ada secara formal, tingkat kepatuhan kian selektif dan bergantung pada keseimbangan kekuatan serta kepentingan strategis negara-negara besar.

Diplomat veteran itu menyoroti tiga karakteristik situasi global saat ini. Pertama, kembalinya logika kekuasaan, ketika kekuatan politik, ekonomi, dan militer semakin menentukan. Kedua, kepentingan ekonomi dan perdagangan kian digunakan sebagai alat persaingan, bahkan disebutnya sebagai “senjata” dalam hubungan antarnegara. Ketiga, meningkatnya ketidakpastian strategis jangka panjang akibat persaingan antarkekuatan besar.

Menurutnya, dalam situasi tersebut kemampuan suatu negara untuk menjaga stabilitas, memanfaatkan peluang kerja sama, dan menghindari terjebak dalam siklus persaingan serta konfrontasi semakin bergantung pada otonomi strategis masing-masing negara, termasuk Vietnam. Ia menilai kondisi itu menuntut implementasi diplomasi Vietnam pada tingkat baru, dengan kedalaman strategis yang lebih jelas, sikap yang lebih proaktif, serta keselarasan yang lebih erat dengan pilar keamanan dan pembangunan.

Saat ditanya mengenai harapannya terhadap generasi muda pejabat dan mahasiswa yang mempelajari diplomasi, Nguyen Duc Hung menyatakan keyakinan dan kebanggaannya terhadap potensi mereka. Ia menilai para pejabat muda dan mahasiswa Akademi Diplomatik saat ini memiliki pemikiran tajam, mampu beradaptasi cepat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi modern, serta semakin mahir dalam profesinya.

Ia menambahkan, warisan pengalaman generasi sebelumnya yang dipadukan dengan semangat belajar dan inovasi generasi muda diyakini dapat membantu sektor diplomasi memenuhi tuntutan era baru. Berdasarkan itu, Nguyen Duc Hung meyakini generasi muda memiliki keberanian dan kapasitas untuk mencapai tujuan otonomi strategis serta berkontribusi menegaskan peran penting dan berkelanjutan diplomasi dalam pembangunan dan pertahanan nasional.