BERITA TERKINI
dr. Laila Rahmah Jadi Satu-satunya Kandidat Perempuan di Pemilihan Koordinator PPIDK Timtengka 2025–2026

dr. Laila Rahmah Jadi Satu-satunya Kandidat Perempuan di Pemilihan Koordinator PPIDK Timtengka 2025–2026

dr. Laila Rahmah, B.Sc., M.B.B.S., CB.NIBTM.HAM. menjadi satu-satunya perempuan yang masuk bursa pemilihan Koordinator dan Wakil Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDK Timtengka) untuk periode 2025–2026. Total ada enam kandidat yang maju dalam kontestasi tersebut.

Laila, dokter muda asal Indonesia yang kini berkiprah di Iran, maju berpasangan dengan Ihsan Iwan Nugroho dari PPI Afrika Selatan. Dalam pencalonannya, ia membawa latar sebagai kader aktif Muhammadiyah sekaligus figur yang disebut menggabungkan kerja akademik, pengorganisasian pelajar, dan jejaring internasional.

Rekam jejak Laila dimulai dari capaian akademik sejak usia muda. Ia menyelesaikan studi S1 di Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya pada usia 19 tahun dan disebut lulus sebagai lulusan terbaik. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan kedokteran di Tehran University of Medical Sciences (TUMS) dan kembali meraih predikat lulusan terbaik dengan IPK tertinggi.

Selama berada di Iran, Laila aktif membangun organisasi. Ia mendirikan organisasi mahasiswa internasional pertama di TUMS, memimpin Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran, serta pernah menjabat Sekretaris Umum PPIDK Timtengka periode 2019–2020. Saat ini, ia disebut menjadi dosen peneliti di Universitas Muhammadiyah Surabaya dan sedang menempuh studi magister Telehealth di TUMS dengan beasiswa penuh.

Di luar aktivitas akademik, Laila juga terlibat dalam kerja-kerja jejaring internasional. Ia menjabat Wakil Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Iran dan Direktur Eksekutif Internasional di Universal Scientific Education and Research Network (USERN), yang disebut sebagai NGO global yang dipimpin ilmuwan peraih Nobel. Melalui peran tersebut, ia mendorong kerja sama antara Muhammadiyah dan TUMS, mulai dari akses beasiswa bidang digital health, penyelenggaraan webinar internasional, penguatan riset bersama, hingga inisiatif publikasi ilmiah lintas negara.

Dalam kontestasi PPIDK Timtengka, Laila mengusung misi “Menjadikan pelajar Indonesia sebagai duta ilmu, iman, dan peradaban dalam membangun kawasan yang aman, bersatu, berdaya, dan berdampak global.” Ia menempatkan konsep Islam Berkemajuan sebagai landasan, dengan penekanan bahwa kemajuan tidak hanya terkait teknologi dan gelar akademik, tetapi juga kesadaran spiritual, keberadaban sosial, serta kemanfaatan lintas batas.

Sejumlah program yang disebut menjadi bagian dari gagasannya antara lain Leadership Growth Series, LISAN Academy, MINARA untuk Muslim minoritas, serta Saintek Diplomacy. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara, lintas disiplin, dan lintas gender dalam membangun pelajar Indonesia yang dinilai utuh dari sisi intelektual, spiritual, dan kontribusi global.

Di tengah kontestasi yang didominasi kandidat laki-laki, kehadiran Laila turut dibaca sebagai upaya membuka ruang kepemimpinan perempuan. Ia membawa semangat kesetaraan yang disebut telah lama dihidupi Muhammadiyah, termasuk melalui advokasi pendidikan perempuan sejak awal abad ke-20 oleh Aisyiyah.

Laila merangkum arah perjuangannya dengan pernyataan, “Ilmu untuk solusi, iman untuk arah, dan peradaban untuk warisan,” seperti disampaikan pada Sabtu (29/6/25). Pencalonannya dalam pemilihan PPIDK Timtengka diposisikan bukan sekadar kontestasi organisasi, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan peran pelajar Indonesia di tingkat kawasan dan global.