BERITA TERKINI
Dokumen Investigasi Ungkap Dugaan Portofolio Investasi Hamas Lewat Puluhan Perusahaan di Timur Tengah dan Afrika Utara

Dokumen Investigasi Ungkap Dugaan Portofolio Investasi Hamas Lewat Puluhan Perusahaan di Timur Tengah dan Afrika Utara

Sebuah penyelidikan program Panorama BBC menyoroti dokumen yang diperoleh pada 2020 dan disebut mengungkap sejauh mana portofolio investasi atau keuangan Hamas. Dokumen tersebut digambarkan sebagai potret periode delapan bulan yang berakhir pada awal 2018, yang menurut intelijen Israel menunjukkan bagaimana Hamas menghasilkan sebagian dananya.

Dalam dokumen itu, sekitar 40 perusahaan di Timur Tengah dan Afrika Utara diyakini masuk dalam portofolio tersebut. Negara yang disebut terkait antara lain Arab Saudi, Aljazair, Sudan, Mesir, negara-negara Teluk, serta Turki.

Investasi yang diduga tercantum dalam portofolio itu mencakup berbagai sektor, mulai dari pembangunan jalan, obat-obatan dan peralatan medis, hingga pariwisata, pertambangan, pencarian emas, dan proyek real estate mewah.

Sejak 2022, enam perusahaan yang tercantum dalam dokumen tersebut telah ditetapkan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat sebagai pihak yang dimiliki atau dikendalikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh Hamas. Penetapan itu disertai sanksi yang membatasi kemampuan perusahaan-perusahaan tersebut untuk berdagang.

Dokumen itu juga memuat nilai masing-masing perusahaan yang disebut berada di bawah kendali Hamas. Nilainya mencapai jutaan dolar untuk sejumlah perusahaan dan, jika dijumlahkan, mencapai total USD422.573.890. Sebagian besar nilai tersebut dikatakan terikat pada aset real estate.

Tom Keatinge, direktur pendiri Centre for Financial Crime and Security Studies (CFCS) di Royal United Services Institute (Rusi), mengatakan investasi properti—yang nilainya cenderung tetap tinggi dan berpotensi menghasilkan pendapatan sewa—merupakan “cara sempurna” bagi organisasi seperti Hamas untuk mengelola keuangannya.

Salah satu perusahaan yang terkena sanksi AS adalah Trend GYO, perusahaan real estate asal Turki. Dalam dokumen 2018, perusahaan itu beberapa kali dirujuk sebagai Anda Turk, yang menurut dokumen merupakan nama dagang lama sebelum berganti nama menjadi Trend dan kemudian tercatat di bursa saham Istanbul.