Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) memberikan tanggapan terkait rencana pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menekan kuota produksi nikel nasional pada tahun 2026.
Direktur Utama Vale Indonesia, Bernadus Irmanto, menjelaskan bahwa langkah pemerintah bukan semata-mata untuk memangkas produksi tanpa alasan, melainkan untuk meningkatkan nilai tambah nikel dalam negeri. Menurutnya, pemerintah memiliki visi agar nikel Indonesia dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal.
"Kita melihatnya visinya pemerintah kan sebetulnya bukan semata-mata memangkas produksi nikel, tetapi tujuan besarnya adalah bagaimana nikel dari Indonesia itu bisa menghasilkan nilai tambah yang maksimal," ujar Bernadus saat ditemui di Kompleks Parlemen pada Senin (19/1/2026).
Bernadus menambahkan, jika produksi nikel dipangkas, hal tersebut berpotensi meningkatkan harga nikel di pasar.
Ia juga mengimbau agar pelaku industri tidak perlu panik dalam menyikapi kebijakan tersebut. Sebaliknya, para pelaku industri diharapkan dapat melakukan adaptasi terhadap berbagai kondisi yang muncul di sektor nikel.