BERITA TERKINI
China Layangkan Protes Keras ke Australia atas Insiden Pesawat Militer di Laut China Selatan

China Layangkan Protes Keras ke Australia atas Insiden Pesawat Militer di Laut China Selatan

Pemerintah China melayangkan “protes keras” kepada Australia menyusul insiden udara yang melibatkan pesawat militer kedua negara di atas perairan Laut China Selatan pada akhir pekan lalu. Beijing menuduh pesawat militer Australia telah melanggar wilayah udaranya.

Sebelumnya, otoritas Australia menyatakan pesawat pengintai P-8A Poseidon miliknya didekati jet tempur China saat melakukan patroli di kawasan Laut China Selatan yang menjadi sengketa pada Minggu (19/10) waktu setempat. Departemen Pertahanan Australia menyebut jet tempur China melepaskan suar dalam “jarak dekat” dengan pesawat Canberra, yang dinilai membahayakan awak pesawat tersebut.

Militer China pada Senin (20/10) menyatakan telah mengambil “tindakan pencegahan efektif” dan menuding pesawat Australia “secara ilegal melanggar” wilayah udara China di atas Kepulauan Xisha, sebutan Beijing untuk Kepulauan Paracel.

Dalam pernyataan terbaru pada Rabu (22/10), Kementerian Pertahanan China mengecam pernyataan Australia. Beijing menilai Canberra telah “memutarbalikkan benar dan salah, mengalihkan kesalahan kepada China, dan secara sia-sia berupaya menutupi penyusupan keji dan ilegal tersebut”.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Jiang Bin, mengatakan pihaknya “sangat tidak puas” dan telah mengajukan protes keras kepada Australia. Jiang juga menilai Australia telah “secara keliru menuduh” China melakukan tindakan tidak aman dalam insiden tersebut, seraya menegaskan bahwa tuduhan itu “sama sekali tidak dapat dipertahankan”.

Beijing mendesak Australia untuk segera menghentikan tindakan yang disebutnya melanggar hukum, provokatif, dan mengada-ada. Jiang menambahkan militer China akan “terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan nasional”.

Insiden ini menjadi yang terbaru dalam rangkaian ketegangan antara China dan Australia di wilayah udara dan jalur pelayaran Asia yang kian diperebutkan.