WASHINGTON — Uni Eropa diminta meninjau kembali rencana pelarangan impor gas Rusia di tengah ketidakpastian pasokan energi global. Permintaan itu disampaikan CEO Eni, Claudio Descalzi, yang menilai blok tersebut perlu mempertimbangkan ulang kebijakan penghentian bertahap impor gas Rusia yang dijadwalkan mulai tahun depan.
Seperti dikutip Reuters, Descalzi mengatakan belum jelas bagaimana Eropa akan menggantikan sekitar 20 miliar meter kubik LNG asal Rusia. Menurut rencana yang telah disusun, Uni Eropa akan melarang impor LNG Rusia melalui kontrak jangka pendek mulai 25 April, sementara kontrak jangka panjang akan dilarang mulai 1 Januari 2027.
Descalzi juga menyoroti bahwa konflik Iran telah mengganggu pengiriman energi global dan menjadi salah satu peristiwa paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir terhadap pasokan energi. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik AS-Israel dengan Iran turut memperketat pasokan LNG dunia, mengingat jalur tersebut biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan global.
Situasi tersebut mendorong kenaikan harga gas dan memperburuk prospek pasokan. Di sisi lain, European Network of Transmission System Operators for Gas memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah membatasi kemampuan Eropa untuk mengisi kembali cadangan gas, yang pada awal bulan ini tercatat berada di level terendah sejak 2022.