BERITA TERKINI
BMKG: Angin Kencang di Jawa Timur Dipicu Dampak Tidak Langsung Siklon Tropis Luana

BMKG: Angin Kencang di Jawa Timur Dipicu Dampak Tidak Langsung Siklon Tropis Luana

Angin kencang yang terasa hampir sepanjang hari di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir disebut bukan semata-mata dipicu oleh fenomena cuaca lokal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, kondisi tersebut merupakan dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terbentuk di wilayah sekitar Australia.

BMKG menerangkan, meski pusat siklon berada jauh di selatan Indonesia—di perairan sebelah utara Australia atau selatan Nusa Tenggara—tarikan sistem tersebut cukup kuat untuk memengaruhi pola angin di Jawa Timur. Hembusan angin kencang dilaporkan menyebabkan pohon tumbang di sejumlah daerah serta mengganggu aktivitas warga.

Berdasarkan data meteorologi, Siklon Tropis Luana merupakan sistem badai dengan kekuatan signifikan. Kecepatan angin maksimum di pusat siklon tercatat mencapai 105 kilometer per jam atau sekitar 56 knot. Sementara itu, tekanan udara di pusat badai turun hingga 980 hPa, yang menandakan adanya sistem tekanan rendah yang kuat.

BMKG menggambarkan tekanan rendah ekstrem tersebut memicu efek seperti “penyedot debu raksasa” di atmosfer. Perbedaan tekanan udara kemudian memengaruhi sirkulasi angin di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.

BMKG menjelaskan, udara secara alami bergerak dari wilayah bertekanan tinggi ke wilayah bertekanan rendah. Ketika Siklon Tropis Luana aktif di selatan, massa udara dari wilayah utara, termasuk dari Laut Jawa, tertarik menuju pusat badai.

Akibat tarikan tersebut, aliran angin dari Laut Jawa bergerak lebih cepat dan melintasi daratan Jawa Timur sebelum menuju pusat siklon di selatan. Kondisi ini membuat Jawa Timur menjadi jalur lintasan angin kencang, sehingga hembusannya terasa kuat dan konsisten, umumnya bertiup dari arah utara ke selatan.

BMKG menyatakan bahwa pada Minggu (25/1/2026) Siklon Tropis Luana telah melemah. Bureau of Meteorology Australia juga menyebut siklon tersebut telah punah setelah bergerak melintasi Benua Australia.

Meski demikian, BMKG mengingatkan sisa dampak tidak langsung dari sistem atmosfer tersebut masih dapat dirasakan dalam waktu singkat, terutama berupa angin kencang dan kondisi laut yang bergelombang.

BMKG mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan. Warga diminta menghindari pohon-pohon tua dan rimbun, terutama di tepi jalan utama dan kawasan permukiman padat, serta tidak berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar guna mengurangi risiko tertimpa dahan patah atau pohon tumbang.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjauhi baliho dan papan reklame berukuran besar yang berpotensi roboh akibat terpaan angin kencang yang terjadi terus-menerus.