BERITA TERKINI
Bank Sentral Selandia Baru: Sistem Keuangan Tetap Tangguh Meski Risiko Global Meningkat

Bank Sentral Selandia Baru: Sistem Keuangan Tetap Tangguh Meski Risiko Global Meningkat

Bank sentral Selandia Baru menyatakan sistem keuangan negara tersebut tetap tangguh di tengah meningkatnya risiko global, terutama yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Anna Breman mengatakan sektor keuangan saat ini berada dalam posisi yang kuat untuk menopang rumah tangga dan dunia usaha, termasuk jika kondisi ekonomi melemah.

“Sistem keuangan kami berada dalam posisi yang baik untuk mendukung rumah tangga dan bisnis, termasuk jika pertumbuhan ekonomi melambat,” ujar Breman dalam pernyataan setelah rilis Financial Stability Report, Rabu (6/5/2026).

Meski demikian, RBNZ memperingatkan konflik global yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terhadap stabilitas keuangan. Dampaknya juga dinilai mulai terasa pada perekonomian domestik Selandia Baru.

Menurut Breman, pemulihan ekonomi yang sebelumnya mulai terlihat kini berpotensi melambat. Kondisi itu dapat memengaruhi pertumbuhan lapangan kerja serta kemampuan pembayaran utang.

Dalam laporan tersebut, RBNZ menegaskan sektor perbankan Selandia Baru memiliki permodalan dan likuiditas yang kuat. Ketahanan ini dinilai memungkinkan bank tetap mendukung nasabah yang terdampak tekanan ekonomi, sekaligus menghadapi potensi gangguan pada pasar pendanaan global.

RBNZ juga menyebut hasil uji ketahanan (stress test) menunjukkan bank-bank di Selandia Baru mampu menghadapi guncangan ekonomi yang signifikan.

Di sisi lain, bank sentral menyoroti munculnya risiko baru seiring digitalisasi sektor keuangan dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Ancaman serangan siber dan gangguan sistem disebut semakin besar sehingga menjadi perhatian regulator.

Selain itu, RBNZ mengungkapkan sedang memantau potensi risiko dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan, termasuk model “Mythos” yang dikembangkan perusahaan Anthropic, terhadap sistem keuangan dan lembaga yang diawasi.

Untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut, bank sentral menyatakan bekerja sama dengan lembaga domestik serta mitra lintas negara, termasuk otoritas di kawasan Trans-Tasman, guna menyelaraskan penilaian risiko dan respons kebijakan.

RBNZ merilis laporan stabilitas keuangan dua kali dalam setahun sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan sistem keuangan nasional.