BERITA TERKINI
AS dan Iran Gelar Perundingan di Muscat, Oman Kembali Jadi Mediator

AS dan Iran Gelar Perundingan di Muscat, Oman Kembali Jadi Mediator

Amerika Serikat (AS) dan Iran menggelar perundingan resmi di Muscat, Oman, Jumat (6/2/2026). Pertemuan ini menjadi tatap muka pertama kedua negara sejak konflik bersenjata pada Juni 2025.

Oman kembali menegaskan perannya sebagai mediator dalam dinamika Timur Tengah. Negara di pesisir Teluk Arab itu kerap dipandang mampu mempertemukan pihak-pihak yang berseteru tanpa menimbulkan kesan berpihak, sehingga jalur komunikasi tetap terbuka di tengah ketegangan.

Semula, pembicaraan direncanakan berlangsung di Istanbul, Turki, dengan format yang melibatkan sejumlah negara Arab. Namun Iran menolak skema tersebut dan meminta lokasi dipindahkan ke Oman dengan alasan ingin menghindari tekanan kolektif dari banyak pihak. Permintaan itu kemudian dikabulkan dan Muscat ditetapkan sebagai tuan rumah.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi hadir mendampingi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serta utusan Gedung Putih Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Perundingan ini berlangsung setelah serangan udara AS pada Juni 2025 yang menghancurkan tiga fasilitas nuklir utama Iran dan memicu konflik bersenjata selama 12 hari. Setelah peristiwa itu, kontak langsung kedua negara terputus, meski komunikasi informal disebut tetap berjalan melalui pesan teks dan jalur diplomatik tertutup.

Agenda pembicaraan berfokus pada isu nuklir, rudal balistik, dan milisi regional. Pertemuan di Muscat juga menjadi ujian bagi upaya meredakan ketegangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengerahkan “armada besar” jika Iran tidak menghentikan pengayaan uranium, mengurangi jangkauan rudal balistik, dan menghentikan dukungan terhadap kelompok militan. Iran menolak tuntutan tersebut, menyebutnya sebagai bentuk penyerahan diri, serta memperingatkan akan membalas dengan serangan terhadap sasaran militer AS maupun Israel.