Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie memetakan tiga pilar yang dinilai menjadi kunci penguatan ekonomi nasional di tengah tekanan global, yakni stabilitas perdagangan dalam negeri, ekspansi pasar ekspor, dan akselerasi investasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Anindya usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perdagangan Kadin Indonesia di Jakarta. Ia menekankan pentingnya integrasi perdagangan antar daerah sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional.
Menurut Anindya, perdagangan domestik perlu dijaga stabil agar 38 provinsi dapat saling berdagang dan memenuhi kebutuhan masing-masing, mengingat setiap daerah tidak menghasilkan komoditas yang sama. Ia menilai perbedaan produksi antardaerah justru bisa menjadi peluang untuk memperkuat rantai pasok dalam negeri sehingga kebutuhan ekonomi dapat saling melengkapi.
Selain pasar domestik, Anindya juga menyoroti upaya memperluas pasar luar negeri. Ia menyebut pemerintah terus berupaya membuka akses ekspor ke berbagai kawasan, tidak hanya Amerika Serikat, tetapi juga Uni Eropa, Kanada, Eurasia, dan wilayah lainnya.
Ia menilai peluang ekspor semakin penting untuk menghasilkan devisa, terutama ketika nilai tukar global berada dalam tekanan, termasuk rupiah.
Di sisi lain, investasi disebut sebagai motor penggerak yang tidak kalah penting. Anindya mengungkapkan realisasi investasi pada kuartal pertama tumbuh pesat mencapai Rp500 triliun. Ia juga menyampaikan bahwa rata-rata investasi berada di angka Rp1 miliar, yang menurutnya membuka peluang bagi pelaku usaha di daerah untuk ikut terdorong melakukan investasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi.
Anindya menegaskan bahwa investasi, perdagangan, dan konsumsi domestik merupakan satu rangkaian yang saling menguatkan dalam membangun ekonomi nasional yang lebih tangguh.