Proyek strategis nasional (PSN) pangan dan energi, termasuk pengembangan kawasan penunjang PSN, disebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih dengan wilayah adat di Papua. Analisis Trend Asia menemukan indikasi tumpang tindih pelepasan kawasan hutan dan penurunan fungsi kawasan hutan dengan total 49 wilayah adat yang tersebar di Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.
Dalam temuan tersebut, Trend Asia mencatat ada 11 indikatif wilayah adat yang berada di area yang akan diturunkan fungsi kawasannya. Selain itu, terdapat 38 indikatif wilayah adat yang berada pada area pelepasan kawasan hutan.
Trend Asia menilai kondisi ini dapat menambah kerentanan masyarakat adat yang tinggal di wilayah terdampak. Masyarakat disebut bergantung pada sagu, hewan buruan, serta ekosistem hutan yang masih utuh untuk menopang kehidupan.
Juru Kampanye Bioenergi Trend Asia, Amelya Reza, menyatakan bahwa masyarakat adat berisiko tergusur dari wilayah adat yang merupakan hak mereka. Ia menyoroti bahwa kawasan hutan produksi terbuka dapat dibebani izin industri ekstraktif kehutanan, sementara areal penggunaan lain berpotensi dibebani izin industri ekstraktif perkebunan dan tambang, sebagaimana disampaikan dalam laporan singkat pada Rabu (8/10/2025).

