BERITA TERKINI
Zelensky Serukan Pergantian Rezim di Moskow dan Penyitaan Aset Rusia

Zelensky Serukan Pergantian Rezim di Moskow dan Penyitaan Aset Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai ancaman Rusia terhadap stabilitas negara-negara tetangga akan terus berlanjut selama Presiden Vladimir Putin masih memegang kendali kekuasaan di Moskow.

Dalam pidato virtual pada acara peringatan 50 tahun penandatanganan Helsinki Final Act, Zelensky mengatakan Rusia dapat didorong untuk menghentikan perang karena Moskow yang memulainya. Namun, ia menegaskan bahwa tanpa upaya menargetkan pergantian rezim di Rusia, bahaya dari negara tersebut akan tetap ada bahkan setelah perang di Ukraina berakhir.

Zelensky menyebut perubahan rezim sebagai kunci untuk memastikan Rusia menghentikan agresinya secara permanen. Ia juga mendorong agar aset Rusia yang dibekukan, termasuk yang disebutnya sebagai hasil korupsi, disita sepenuhnya dan dialihkan untuk mendanai upaya melawan invasi Moskow.

“Kita harus mematikan mesin perang Rusia dengan menggunakan setiap sen dari aset mereka yang telah dibekukan. Tidak cukup hanya dibekukan, sudah waktunya disita dan digunakan untuk perdamaian, bukan untuk perang,” kata Zelensky, dikutip dari Reuters, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Helsinki Final Act ditandatangani pada 1 Agustus 1975 oleh 35 negara, termasuk Uni Soviet dan Amerika Serikat. Dokumen tersebut menegaskan prinsip penghormatan atas kedaulatan dan keutuhan wilayah negara peserta.

Menurut Zelensky, prinsip itu telah dilanggar secara terang-terangan oleh Rusia sejak invasi ke Ukraina pada 2022. Ia juga menyindir apa yang disebutnya sebagai gagasan yang kini dominan di Rusia bahwa batas negara dapat berubah sesuai kehendak mereka.