KULONPROGO — Yogyakarta International Airport (YIA) meraih enam penghargaan dalam ajang ASQ Customer Experience Awards 2025 yang diselenggarakan Airport Council International (ACI) untuk kawasan Asia-Pasifik. Pengumuman resmi capaian tersebut disampaikan pada 24 Februari 2026.
Penghargaan ini memperkuat posisi YIA sebagai salah satu bandara dengan standar layanan berkelas dunia. Dalam ajang yang sama, operator bandara InJourney Airports secara keseluruhan membukukan 32 penghargaan global.
General Manager Bandara YIA, Ruly Artha, dalam keterangan tertulis menyatakan penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen YIA dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna jasa. Ia menegaskan capaian ini bukan titik akhir, melainkan dorongan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan.
Ruly juga menyebut keberhasilan YIA lahir dari kolaborasi pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, dan media. Menurutnya, kolaborasi itu menjadi fondasi layanan profesional yang tetap mengedepankan kearifan lokal Yogyakarta, sehingga bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga etalase budaya daerah.
Enam penghargaan yang diraih YIA meliputi Best Airports at Departures (2–5 juta penumpang), Most Dedicated Staff in Asia-Pacific, Easiest Airport Journey in Asia-Pacific, Most Enjoyable Airport in Asia-Pacific, Cleanest Airport in Asia-Pacific, serta ACI World Director General’s Roll of Excellence.
Penghargaan ACI World Director General’s Roll of Excellence disebut bersifat eksklusif karena hanya diberikan kepada bandara yang konsisten menjaga standar layanan tertinggi selama lima tahun dalam periode sepuluh tahun terakhir. YIA tercatat sebagai satu dari delapan bandara di dunia yang masuk dalam daftar tersebut.
Selain capaian internasional, YIA juga mengantongi sejumlah penghargaan nasional sepanjang 2025–2026. Di antaranya The Most Improved Airport for Service dari INACA, Silver Award Environmental & Social Innovation Award (ENSIA) 2025 atas inovasi efisiensi air dan pengelolaan limbah, serta penghargaan dari Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan atas kontribusi implementasi National Logistic Ecosystem (NLE).
Ruly Artha turut menerima penghargaan dari Gubernur DIY atas kontribusinya dalam pengembangan industri daerah. Di tingkat BUMN, ia juga dianugerahi Culture Leader Golden Champion (AKHLAK BUMN) atas kepemimpinannya dalam membangun budaya kerja.

